Sabtu, 15 Desember 2018

Macam Aliran Psikologi


Kelompok 1
Macam-macam aliran psikologi
1.      Sejarah ilmu psikologi
Dilihat dari sejarah, psikologi sudah berkembang sejak berabad-abad yang lalu bahkan sebelum masehi (zaman yunani) sampai sekarang. Ini dilihat dari sejarah bahwa psikologi yang di maksud pembahasan tentang jiwa manusia. Bahkan di dalam kitab setiap agama kita akan mendapati istilah psikologi (jiwa). Sehingga sejarah psikologi bisa dilihat dari sudut ini pula. Bahwa ilmu psikologi modern tidak bisa dipisahkan dengan sejarahnya di filsafat. Sebagai ahli bahwa psikologi berkembang dari ilmu filsafat yang memisahkan diri sebagai ilmu mandiri. Psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari perilaku manusia dalam hubungan dengan lingkungannya.
2.      Macam-macam aliran psikologi

·         Strukturalisme
Aliran strukturalisme ini dikemukakan pertama kali oleh Wilhelm Wundt melalui penelitiannya. Wundt dan rekan rekannya bekerja dan menyelidiki struktur kesadaran dan kemudian mengembangkan hukum hukum pembentuknya.
Metode yang dipakai dalam aliran strukturalisme ini yaitu metode intropektif. Metode introspeksi ini yaitu dengan meminta seseorang untuk menceritakan kembali pengalaman masa lalunya atau perasaannya setelah dia melakukan sesuatu. Sensasi digambarkan seperti manis, pahit, dimana dapat diidentifikasi menggunakan introspeksi
·         Fungsionalisme
Aliran fungsionalisme merupakan aliran psikologi yang bersifat dominan pada masanya dan merupakan hal utama yang perlu dipelajari mengenai perkembangan keilmuan psikologi. Pengertian fungsionalisme sendiri yaitu orientasi psikologi yang menekankan pada proses kejiwaan yang sedang dihadapi dan menghargai manfaat psikologi. Selain itu juga mempelajari fungsi kesadaran sebagai jembatan penghubung antara manusia dengan lingkungannya. William James adalah salah satu tokoh yang terlibat dalam teori ini
·         Behaviorisme
Behaviorisme menyatakan diri mempelajari tentang perilaku yang nyata. Aliran ini berdasarkan Ivan Pavlov dan William mc Dougall yang teorinya dikenal dengan sebutan insting. Menurut mereka, insting merupakan kecenderungan tingkah atau perilaku dalam situasi tertentu sebagai bawaan lahir yang belum ada dipelajari sebelumnya. Aliran behaviorisme ini merupakan  asumsi kejiwaan dan bukannya materi atau objek, sehingga tidak dapat diteliti langsung. Penelitian difokuskan pada tingkah laku dengan asumsi bahwa tingkah laku adalah wujud dari mental atau kejiwaan manusia.
·         Psikologi psikoanalisis
Aliran psikoanalisis merupakan pandangan yang mengaitkan kemajuan di bidang kedokteran. Aliran psikoanalisis ini diungkapkan oleh Sigmun Freud yang merupakan seorang ahli saraf. Sigmun mengungkapkan teori dasarnya tentang alam sadar dan alam bawah sadar. Alam sadar merupakan apa yang orang sadari sepenuhnya dan merupakan alam nyata, sedangkan alam bawah sadar merupakan kesadaran semu.Hal yang terdapat di alam sadar adalah alam pra sadar yaitu disebut juga kenangan yang ada atau available memory yang mudah dipanggil kembali ke alam sadar. Ingatan ngatan masa lalu yang tidak teringat kembali dengan mudah dapat dipanggil kembali.
·         Aliran humanistik
Terapis bertugas untuk menggali dan mengetahui masalah dari klien dan juga membantu menemukan solusi yang baik bagi dirinya. Rogers mendasarkan teori dinamika kepribadian pada konsep aktualisasi individu, sama halnya dengan ahli humanistik lainnya. Aktualisasi diri merupakan proses pengembangan diri dari dorongan dalam diri atas potensi yang dimiliki dan merupakan sifat bawaan dan ciri dari manusia. Aktualisasi diri menghasilkan kreativitas, inovasi dan lainnya dari manusia. Adapun Abraham Maslow adalah salah satu tokoh yang turut serta dalam terori ini.
·         Aliran Gestalt
Gestalt bukanlah nama seseorang namun berasal dari bahasa Jerman yang diartikan sebagai bentuk, konfigurasi, atau keseluruhan, totalitas, hakikat. Aliran ini memandang keutamaan dari psikologi adalah mengenai keseluruhan. Mekanisme kerja aliran ini yaitu dengan menganalisis unsur unsur kejiwaan. Kejiwaan merupakan hal yang harus dipelajari secara keseluruhan dan tidak dapat dipisahkan ke dalam elemen elemen.Psikologi aliran Gestalt memandang totalitas batin yang mengatur atau mengorganisasikan totalitas sebagai suatu hal yang utama. Sedangkan elemen kejiwaan lainnya merupakan faktor sekunder. Gejala gejala psikis tertentu yang bersifat khusus menurut Gestalt merupakan totalitas yang menentukan tenaga batiniah dalam jiwa manusia.

3.      Ruang lingkup psikologi

·         psikologi yang mempelajari manusia
     psikologi yang diteliti dan dipelajari dalam psikologi disini adalah       tentang perilaku seseorang manusia.
·         psikologi yang meneliti dan mempelajari hewan atau yang disebut dengan psikologi hewan
     psikologi ini meneliti dan mempelajari perilaku hewan dan dari hasil penelitian tersebut dapat berguna untuk mengerti tentang keadaan manusia. banyak penelitian yang dilakukan pada hewan yang akan hasilnya kemudian diarahkan pada manusia.

4.      Kegunaan Psikologi

·         Untuk memperoleh pemahaman  gejala- gejala jiwa dan pengertian yang lebih sempurna tentang     tingkah laku sesama manusia pada  umumnya dan anak-anak khususnya.
·         Untuk mengetahui perbuatan- perbuatan jiwa serta kemampuan jiwa  sebagai sarana untuk mengenal tingkah laku manusia.
·         Untuk mengetahui penyelenggaraan pendidikan dengan baik.
·         Untuk mengetahui perilaku manusia sebagai upaya menyesuaikan diri dan berhubungan dengan orang lain, sehingga memudahkan memahami mengapa  mereka berpikir, berperasaan dan berbuat menurut cara mereka sendiri.
·         Dalam rangka mengatasi permasalahan social, psikologi dapat mengurai pangkal masalah, setidaknya mengurangi problem social.
·         Kita bisa peka terhadap perasaan orang lain




Kelompok 2
Psikologi Dalam Pemikiran Para Filsuf
A.        Psikologi Dalam Pemikiran Para Filsuf
Psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang perilaku manusia beserta proses-proses lainnya yang akan mempengaruhi mental manusia itu sendiri.
1.      Aristoteles (384-322 SM)
Aristoteles merupakan murid dari plato. Ia mempunyai pemikiran yang bertentangan dengan pemikiran plato tentang apa itu psikologi. Menurut Aristoteles pengetahuan itu tidak didapat hanya dari alam idea. Tapi juga dari pengalaman kehidupan. Manusia lahi dalam keadaan kosong dan tidak mempunyai kepribadian apa-apa. Dan menurutnya dunia ide itu adalah dunia yang realitas.
2.      Plato (427-347 SM)
Plato mengemukakan bahwa jiwa manusia itu sudah ada sejak sebelum manusia itu lahir atau disebut pra eksistensi jiwa. Dimana jiwa itu berada di dua dunia. Yang pertama di dunia sensoris yaitu pengindraan. Yang kedua adalah dunia idea yaitu siafat asli manusia yaitu berpikir.
3.      Peter Abelard (1079-1142)
Menurut Peter, Alam semesta sebenarnya tidak memiliki arti dan makna, melainkan jiwa yang mengonsepkan makna di balik realitas sesungguhnya dengan cara mendeteksi kesamaan benda yang ada. Perspektif ini masih digunakan sampai saat ini dalam psikologi kognitif.
4.      John Locke (1632-1704)
John locke juga mengungkapkan pemikirannya tentang dunia jiwa. Dimana pemikirannya hampir sama dengan plato dan aristoteles. Dimana manusia lahir tanpa pengetahuan dan manusia berasal dari pengalaman. Ada dua cara manusia memperoleh pengalaman. Yang pertama dari penginderaannya terhadap dunia luar. Dan yang kedua dari evaluasi yang dilakukan didalam pikirannya.

B.     Psikologi Menurut Aristoteles Dan Pemikirannya
Aristoteles adalah seorang ahli filsafat terbesar disepanjang zaman. Ia disebut juga sebagai bapak ensiklopedia. Seperti yang sudah dibahas diatas. Bahwa menurut aristoteles  manusia lahir itu dalam keadaan tabula rasa. Kosong tidak mempunyai gagasan atau kepribadian apa-apa. Aristoteles mengembangkan sistem pendidikan berdasarkan pada prinsip-prinsip psikologi. menurutnya objek psikologi adalah gejala gejala hidup pada umumnya (tumbuhan, hewan, dan manusia) dengan bukunya “de anima”.
Di dunia ini terdapat 4 macam sifat alam yang berasal dari keberadaan jiwa tertentu pada tiap benda/makhluk hidup:
1.         Sifat anorganis: terdapat pada benda-benda mati yang tidak memiliki jiwa.
2.         Sifat vegetatif: merupakan sifat dasar yang terdapat pada makhluk hidup yaitu bertumbuh, yang dikendalikan oleh jiwa tumbuhan (anima vegetativa).
3.         Sifat sensitif: sifat ini terdapat pada hewan, yaitu kemampuan merasa dan menghendaki. Ia dikendalikan oleh jiwa binatang (anima sensitiva).
4.         Sifat intelektif: merupakan sifat yang hanya dimiliki manusia, yaitu kemampuan untuk berpikir yang dikendalikan oleh jiwa rasional (anima intellectiva).
Aristoteles membedakan tiga macam form, yaitu:
1.         Plant                : yang mengontrol fungsi-fungsi vegetatif.
2.         Animal            : Mengingat, mengharap, dan persepsi.
3.         Rasional          :Yang memungkinkan manusia malakukan penalaran (reasoning) dan membentuk konsp-konsep.
Menurut aristoteles jiwa mempunyai fungsi :
1.         Kemampuan untuk mengenal.
2.         Kemampuan untuk berkehendak

C.     Psikologi Menurut Plato dan Pemikirannya
Plato adalah seorang penganut dualisme yang sebenar-benarnya. Tentang “jiwa”, plato memandang bahwa dualisme antara jiwa dan badan. Jiwa adalah bagian manusia yang tidak dapat mati, setelah berulang kali dipenjarakan dalam badan lewat inkarnasi. Jiwa hidup terus sesudah mati dan bahkan sudah ada sebelum manusia lahir kembali dalam bentuk badan baru.
Menurut Plato, psyhe (jiwa) terdiri dari tiga bagian yaitu :
1.         Berpikir, berpusat di otak dan disebut Logisticon
2.         Berkehendak, berpusat di dada dan di sebut thumeticon
3.         Keinginan, berpusat di perut dan disebut Abdomen

Ajarannya yang terkenal ialah tentang “idea”. Tentang “jiwa”, Plato menyebutkannya sebagai bersifat Immaterial. Ini karena sebelumnya masuk ke tubuh kita, tubuh kita sudah ada terlebih dahulu di alam para sensoris.
Plato melukiskan pertentangan antara kenyataan rohani yang tidak dapat musnah, dan kehidupan di dunia ini, yang dialami secara indrawi, teori ini berkaitan dengan pandangannya mengenai terpisahnya jiwa manusia yang tak dapat mati dan badan yang akan musnah.
D.    Ciri – ciri pemikiran psikologi periode filsafat
Filsafat memerlukan data dari ilmu, jika ahli filsafat manusia hendak menyelidiki adakah manusia itu, ia harus mengetahui gejala tindakan manusia. Dalam hal ini, ilmu yang bernama psikologi akan menolong filsafat dengan sebaik-baiknya dangan hasil penelitiannya. Sebelum menjadi disiplin ilmu yang mandiri, psikolgi memiliki akar-akar yang kuat dalam ilmu kedokteran dan filsafat yang hingga sekarang masih Nampak pengaruhnya. filsafat itu mempertanyakan jawaban, sedangkan psikologi menjawab pertanyaan (masalah). Jadi dengan berfilsafat, psikolog mendapatkan solusi dari permasalahan kliennya, karena terus diberikan pertanyaan, kenapa...mengapa...alasannya apa.. terus begitu sampai akhirnya ada kesimpulan dari pertanyaan (permasalahan) itu.
Ciri-ciri Berpikir Filsafat:
1.         Radikal; sampai ke akar persoalan
2.         Kritis; tanggap terhadap persoalan yang berkembang
3.         Rasional; sejauh dapat dijangkau akal manusia
4.         Reflektif; mencerminkan pengalaman pribadi.
4.         Konseptual; hasil konstruksi pemikiran
5.         Koheren; runtut, berurutan.
6.         Konsisten; berpikir lurus/tidak berlawanan.
7.         Sistematis; saling berkaitan.
8.         Metodis; ada cara untuk memperoleh kebenaran.
9.         Komprehensif; menyeluruh Bebas & bertanggungjawab
















                                                                                                                                    





Kelompok 3
Al-Qur’an dan Hadist Psikologi
A.    Konsep manusia dalam Al-Quran dan Hadist

I.            Konsep manusia dalam Al-Quran

·         Al-Insan
Al-Insân berarti lupa. Kata al-insân dinyatakan dalam al-Qur‟an sebanyak 73 kali yang disebut dalam 43 surat. Penggunaan kata al-insân pada umumnya digunakan pada keistimewaan manusia sebagai khalifah di muka bumi, sekaligus dihubungkan dengan proses penciptaannya.
·         Al-Basyar
Al-Basyar terambil dari akar kata yang pada mulanya berarti penampakan sesuatu dengan baik dan indah, Kata Al-Basyar dinyatakan dalam al-Qur‟an sebanyak 36 kali yang tersebut dalam 26 surat. Pemaknaan manusia dengan Al-Basyar memberikan pengertian bahwa manusia adalah makhluk biologis serta memiliki sifat-sifat yang ada di dalamnya, seperti makan, minum, perlu hiburan, seks dan lain sebagainya.
·         An-Nas
Kata an-nâs menunjukkan pada hakikat manusia sebagai makhluk social dan ditunjukkan kepada seluruh manusia secara umum tanpa melihat statusnya apakah beriman atau kafir.
           
II.            Konsep manusia dalam Hadist

“Dari Abu Abdurrahman Abdullah bin Mas’ud ra. Beliau berkata : Rasulullah SAW menyampaikan kepada kami dan beliau adalah orang yang benar dan dibenarkan. Sesungguhnya setiap kalian dikumpulkan penciptaannya di perut ibunya sebagai setetes mani selama empat puluh hari, kemudian berubah menjadi setetes darah selama empat puluh hari, kemudian menjadi segumpal daging selama empat puluh hari. Kemudian diutus kepadanya seorang malaikat lalu ditiupkan padanya ruh dan dia diperintahkan untuk menetapkan empat perkara : menetapkan rizkinya, ajalnya, amalnya, dan kecelakaan atau kebahagiaannya…” (Riwayat Bukhori dan Muslim).

·         Tahapan Penciptaan

ü  Nutfah : tingkat pertama bermula selepas persenyawaan atau minggu pertama, setelah terjadi pencampuran air mani.
ü  Alaqah : terjadi pada minggu pertama atau hari ketujuh. Telur yang sudah disenyawakan tertanam di dinding rahim. Alaqah semakna dengan segumpal darah yang terjadi selama 3 minggu didalam rahim.
ü  Mudghah : terjadi pada minggu keempat dengan terjadinya pembentukan otak, syaraf tunjang, telinga dan anggota lainnya. Pernafasan sudah mulai terbentuk, jantung mulai berdetak, darah mengalir lebih banyak, dan terjadi selama tujuh minggu.
ü  Idham dan Lahm : terjadi pada minggu kelima, keenam, dan ketujuh ditandai dengan pembentukan tulang yang mendahului pembentukan otot. Terbentuk pula satu sistem yang komplek, perut dan usus mulai terbentuk, saluran pernafasan mulai kelihatan. Kaki dan tangan mulai tumbuh, telinga dan mulut makin sempurna. Pada minggu kedelapan semuanya telah sempurna dan lengkap.
ü  Nafkhur-ruh : yaitu tingkat peniupan roh yang terjadi selepas empat puluh hari dan selepas terbentuknya organ-organ tubuh termasuklah organ seks. Nilai kehidupan terjadi didalam rahim.

B.     Tujuan penciptaan manusia

ü  Manusia diciptakan Allah SWT bukan secara main-main
“Maka apakah kamu mengira bahwa Kami menciptakan kamu main-main (tanpa ada maksud) dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?”
 (Al-Mu’minun : 115)
ü  Untuk mengemban amanah atau tugas keagamaan
“Sesungguhnya Kami telah menawarkan amanah kepada langit, bumi, dan gunung-gunung, tetapi semuanya enggan untuk memikul amanat itu, dan mereka khawatir tidak dapat melaksanakannya (berat), lalu dipikullah amanat itu oleh manusia. Sungguh, manusia itu sangat dzalim dan sangat bodoh.”
(Al-Ahzab : 72)
ü  Untuk mengabdi atau beribadah
“Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepadaku.”
(Adz-Zariyat : 56)

C.     Manusia sebagai khalifatullah

Sebagai hamba Allah, maka kita harus selalu patuh dan taat atas segala perintah dan menjauhi segala larangan-Nya, maka manusia harus menuruti dan tidak boleh membangkang kepada-Nya.

I.                    Tugas manusia secara vertikal dan horizontal

·         Secara Vertikal

a.       Beribadah kepada tuhan sesuai dengan kepercayaannya
b.      Menjalankan semua perintah dan menjauhi segala larangan sesuai agama yang dianut
c.       Selalu bersyukur kepada atas segala nikmat dan karunia yang didapat
d.      Selalu mengintropeksi agar menjadi lebih baik
e.       Menjaga bumi dan ciptaanNya dan tidak merusaknya

·         Secara Horizontal

a.       Menghargai kepercayaan dan agama orang lain (toleransi)
b.      Menghargai Orang lain dari segala aspek
c.       Saling tolong menolong
d.      Sadar bahwa diri ini sebagai mahluk social yang saling membutuhkan
e.       Berlaku adil,dan jujur dalam masyarakat
f.        Mampu menciptakan suasana damai dan sejahtera dimana ia tinggal







Kelompok 4
AL-GAZALI DAN TEORI PSIKOLOGI

A.        Biografi Al-Ghazali
Al-Ghazali lahir di Thus pada 1058 / 450 H. Ia berkuniah Abu Hamid karena salah seorang anaknya bernama Hamid. Ayahnya mempunyai cita-cita yang tinggi yaitu ingin anaknya menjadi orang alim dan saleh. Imam Al-Ghazali adalah seorang ulama, ahli pikir, ahli filsafat Islam yang terkemuka yang banyak memberi sumbangan bagi perkembangan kemajuan manusia. Ia pernah memegang jawatan sebagai Naib Kanselor di Madrasah Nizhamiyah, pusat pengajian tinggi di Baghdad. Imam Al-Ghazali meninggal dunia pada 14 Jumadil Akhir tahun 505 Hijriah bersamaan dengan tahun 1111 Masehi di Thus. Jenazahnya dikebumikan di tempat kelahirannya.
·         Sifat Pribadi
Imam al-Ghazali mempunyai daya ingat yang kuat dan bijak berhujjah. Ia berjaya menguasai berbagai bidang ilmu pengetahuan. Imam al-Ghazali sangat mencintai ilmu pengetahuan. Ia juga sanggup meninggalkan segala kemewahan hidup untuk bermusafir dan mengembara serta meninggalkan kesenangan hidup demi mencari ilmu pengetahuan. Ia terkenal sebagai ahli filsafat Islam yang telah mengharumkan nama ulama di Eropa melalui hasil karyanya yang sangat bermutu tinggi. Sejak kecil lagi dia telah dididik dengan akhlak yang mulia. Hal ini menyebabkan dia benci kepada sifat riya, megah, sombong, takabur, dan sifat-sifat tercela yang lain. Ia sangat kuat beribadat, wara', zuhud, dan tidak gemar kepada kemewahan, kepalsuan, kemegahan dan mencari sesuatu untuk mendapat ridha Allah SWT.
·         Pendidikan
Pada tingkat dasar, dia mendapat pendidikan secara gratis dari beberapa orang guru karena kemiskinan keluarganya. Pendidikan yang diperoleh pada peringkat ini membolehkan dia menguasai Bahasa Arab dan Parsi dengan fasih. . Oleh sebab minatnya yang mendalam terhadap ilmu, dia mula mempelajari ilmu ushuluddin, ilmu mantiq, usul fiqih,filsafat, dan mempelajari segala pendapat keeempat mazhab hingga mahir dalam bidang yang dibahas oleh mazhab-mazhab tersebut. Oleh sebab Imam al-Ghazali memiliki ketinggian ilmu, dia telah dilantik menjadi mahaguru di Madrasah Nizhamiah (sebuah universitas yang didirikan oleh perdana menteri) di Baghdad pada tahun 484 Hijrah
·         Kehidupan dan perjalanan menuntut ilmu
Ayah beliau adalah seorang pengrajin kain shuf (yang dibuat dari kulit domba) dan menjualnya di kota Thusi. Menjelang wafat dia mewasiatkan pemeliharaan kedua anaknya kepada temannya dari kalangan orang yang baik. Setelah meninggal, maka temannya tersebut mengajari keduanya ilmu, hingga habislah harta peninggalan yang sedikit tersebut. Kemudian dia meminta maaf tidak dapat melanjutkan wasiat orang tuanya dengan harta benda yang dimilikinya. Al-Ghazali bercerita, bahwa ayahnya seorang fakir yang shalih. Tidak memakan kecuali hasil pekerjaannya dari kerajinan membuat pakaian kulit. Beliau berkeliling mengujungi ahli fikih dan bermajelis dengan mereka, serta memberikan nafkah semampunya.
·         Belajar Fiqh
Imam Al Ghazali memulai belajar di kala masih kecil. Mempelajari fikih dari Syaikh Ahmad bin Muhammad Ar Radzakani di kota Thusi. Kemudian berangkat ke Jurjan untuk mengambil ilmu dari Imam Abu Nashr Al Isma’ili dan menulis buku At Ta’liqat. Beliau mendatangi kota Naisabur dan berguru kepada Imam Haramain Al Juwaini dengan penuh kesungguhan. Sehingga berhasil menguasai dengan sangat baik fikih mazhab Syafi’i dan fikih khilaf, ilmu perdebatan, ushul, manthiq, hikmah dan filsafat. Beliau pun memahami perkataan para ahli ilmu tersebut dan membantah orang yang menyelisihinya. . Kemudian Nidzamul Malik mengangkatnya menjadi pengajar di madrasahnya di Baghdad dan memerintahkannya untuk pindah ke sana. Maka pada tahun 484 H beliau berangkat ke Baghdad dan mengajar di Madrasah An Nidzamiyah dalam usia tiga puluhan tahun. Disinilah beliau berkembang dan menjadi terkenal.
·         Pengaruh filsafat
Pengaruh filsafat dalam diri beliau begitu kentalnya. Beliau menyusun buku yang berisi celaan terhadap filsafat, seperti kitab At Tahafut yang membongkar kejelekan filsafat. Imam Ghazali dengan kejeniusan dan kepakarannya dalam fikih, tasawuf dan ushul, tetapi sangat sedikit pengetahuannya tentang ilmu hadits dan sunah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang seharusnya menjadi pengarah dan penentu kebenaran. Akibatnya beliau menyukai filsafat dan masuk ke dalamnya dengan meneliti dan membedah karya-karya Ibnu Sina dan yang sejenisnya, walaupun beliau memiliki bantahan terhadapnya. Membuat beliau semakin jauh dari ajaran Islam yang hakiki.
·         Polemik kejiwaan Imam Ghazali
Kedudukan dan ketinggian jabatan beliau ini tidak membuatnya congkak dan cinta dunia. Bahkan dalam jiwanya berkecamuk polemik (perang batin) yang membuatnya senang menekuni ilmu-ilmu kezuhudan. Sehingga menolak jabatan tinggi dan kembali kepada ibadah, ikhlas dan perbaikan jiwa. Ketika Wazir Fakhrul Mulk menjadi penguasa Khurasan, beliau dipanggil hadir dan diminta tinggal di Naisabur. Sampai akhirnya beliau datang ke Naisabur dan mengajar di madrasah An Nidzamiyah beberapa saat. Setelah beberapa tahun, pulang ke negerinya dengan menekuni ilmu dan menjaga waktunya untuk beribadah. Beliau mendirikan satu madrasah di samping rumahnya dan asrama untuk orang-orang shufi.
·         Akhir hayat
Akhir kehidupan beliau dihabiskan dengan kembali mempelajari hadits dan berkumpul dengan ahlinya. Abul Faraj Ibnul Jauzi menyampaikan kisah meninggalnya beliau dalam kitab Ats Tsabat Indal Mamat. Menukil cerita Ahmad (saudaranya); Pada subuh hari Senin, saudaraku Abu Hamid berwudhu dan shalat, lalu berkata, “Bawa kemari kain kafan saya.” Lalu beliau mengambil dan menciumnya serta meletakkannya di kedua matanya, dan berkata, “Saya patuh dan taat untuk menemui Malaikat Maut.” Kemudian beliau meluruskan kakinya dan menghadap kiblat. Beliau meninggal sebelum langit menguning (menjelang pagi hari). Beliau wafat di kota Thusi, pada hari Senin tanggal 14 Jumada Akhir tahun 505 H dan dikuburkan di pekuburan Ath Thabaran.

B.     Manusia Dalam Pandangan Al-Ghazali

1.                  Jiwa Dalam Pandangan Al-Ghazali
Ia membagi jiwa manusia tidak berbeda dengan pembagian yang ada pada Ibnu Sina. Ia membagi jiwa ke dalam tiga bagian; Pertama, jiwa vegetatif (Al-Nafs An-Nabatiyah). Kedua, jiwa sensitif (Al-Nafs Al-Hayawaniyah). Ketiga, jiwa manusia (Al-Nafs Al-Insaniyyah). Hal ini tidak berbeda dengan pembagian jiwa menurut ibnu Sina yang berpangkal pada Aristoteles.
Pandangan tasawuf yang paling nampak dari Al-Ghazali adalah penempatan dzauq (intuisi) di atas akal yang diikuti oleh sikap Al-Faqr (kemiskinan), al-ju’ (lapar), al-khumul (lemah, lesu) dan Tawakkal (pasrah diri).
Untuk memperbaiki jiwa, Al-Ghazali menganjurkan untuk ber-muhasabah al-nafs (koreksi diri) dan mencari kesalahan dirinya sebelum tidur malam (taubikh al-nafs).

2.         Hakikat Manusia Dalam Pandangan Al-Ghazali
Sebelum memahami hakikat manusia, perlu kiranya mendefinisikan manusia sebagai objek dalam pembahasan ini. Manusia dalam ilmu mantiq disebut dengan “hayawanun natiq (hewan yang memiliki akal)”. Yang membedakan manusia dengan hewan lain adalah akal yang dimilikinya. An-nafs dalam pandangan Al-Ghazali adalah substansi manusia yang berdiri sendiri dan tidak membutuhkan tempat. ini menunjukkan bahwa esensi manusia bukanlah dilihat dari fisiknya. Sebab fisik tidak akan bisa berdiri sendiri tanpa An-Nafs.

·         Struktur Manusia
Dalam diri manusia, Al-Ghazali membagi tiga bagian. Pertama, An-Nafs sebagai substansi manusia tidak bertempat dan berdiri sendiri. Kedua, Ar-Ruh sebagai panas alami (Al-Hararah Al-Ghariziyyah) yang mengalir pada pembulu-pembulu nadi, otot-otot dan syaraf. Sedangkan ketiga,Al-Jism adalah bagian tubuh yang tersusun dari materi. namun, dalam pandangan Al-Ghazali, Al-Nafs tetap menjadi esensi manusia, bukan Al-Ruh. Karena Al-Ruh juga ada pada selain manusia. Al-ruh menyatu dengan Al-Jism, seakan ia mengalir dalam aliran-aliran darah pada Jism. Oleh karena itu Al-Jism tanpa Al-Ruh dan Al-Nafs adalah benda mati.
Jiwa rasional memiliki dua daya. Al-‘amilat (Praktis) dan Al-‘Alimat (teoritis). Yang pertama berfungsi menggerakkan tubuh melalui daya-daya jiwa sensitif sesuai dengan tuntutan pengetahuan yang dicapai oleh teoritis. Jiwa teoritis menyampaikan gagasan-gagasan teori kepada akal praktis. akal teoriris memiliki empat kemampuan. Pertama, al-hayulani (Akal Material). Kedua, al-‘aql bil malakat (Habitual Intellect). Ketiga, al-‘aql bi al-af’al (Akal Aktual). Keempat, Al-Aql Al Mustafad (akal perolehan). Akal Al-Hayulani tingkat akal yang paling rendah dan masih bersifat potensi belaka. Seperti akal pada anak kecil, walau memiliki potensi namun tidak dapat berkembang. Jika akal tersebut mulai berkebang dan menemukan titik kebenaran maka akal tersebut dinamakan dengan ‘Aql Bi Al-Malakat. Ketika akal lebih berkembang lagi dengan metode silogisme atau kerja akal lebih rasional lagi maka akal ini dinamakan dengan ‘Aql Bi Al-‘Af’al.

C.    Konsep Al-Ghazali tentang Psikologi

Dalam dunia tasawuf, psikologi dikembangkan bukan hanya untuk tujuan teoritis belaka. Melainkan untuk melakukan transformasi jiwa. Karena bagi sufi transformasi jiwa merupakan hal yang paling urgen dalam suatu disiplin ilmu. Ilmu yang tidak menghasilkan sebuah transformasi jiwa akan dipandang rendah, bagaimanapun sistematisnya ia secara teoritis.
Sepanjang sejarah pemikiran tasawuf, banyak teori psikologi yang dikembangkan oleh para sufi. Istilah-istilah yang dikemukakan oleh para sufi juga berbeda-beda. Tetapi sudah menjadi semacam kesepakatan bahwa psikologi sufi berkisar pada tiga konsepsi dasar kejiwaan. Yaitu, hati, diri (nafs), dan jiwa (ruh)
Psikologi atau 'ilm al-nafs dalam pandangan Imam al-Ghazali (w.505H/1111M), termasuk dalam kategori ilmu-ilmu terapan. Psikologi pada hakekatnya bertujuan melatih jiwa dan pengendalian hawa nafsu. Termasuk dalam hal ini adalah bagaimana melatih jiwa dalam bermuamalah kepada seluruh anggota keluarga, pembantu dan budak. (lihat: Mizanul 'Amal)
Di samping itu, al-Ghazali menjelaskan bahwa ilmu jiwa pada intinya difokuskan untuk mengarahkan tiga kekuatan dalam diri manusia, yakni
1.         kekuatan fikir,
2.         kekuatan syahwat dan
3.         kekuatan amarah.
Maka jiwa yang sehat akan terwujud, jika ketiga kekuatan tersebut terarah dan terbina dengan baik.
Dengan demikian jiwa yang sehat itu menurut imam al-Ghazali, jika ia dihiasi dengan empat induk kesalehan, yakni :
1.         hikmah,
2.         kesederhanaan ('iffah),
3.         keberanian (syaja'ah) dan
4.         keadilan ('adalah).

·         Arti Ruh,Nafs dan Akal menurut Imam Al-Ghazali

Ø  Ruh
Berbicara tentang Ruh maka tidak bisa dilepaskan dari salah satu faktor pendukung yang tak kalah penting, yaitu Hati.

I.            Pertama sesuatu yang abstrak yang bersemayam di dalam rongga hati biologis dan mengalir melalui urat –urat serta pembuluh ke seluruh anggota tubuh.
II.            Makna kedua bagi “ruh” adalah bagian manusia yang berupa lathifah ( sesuatu yang sangat halus dan lembut, tidak kasat mata dan tidak dapat di raba) yang mempunyai kemampuan untuk mengetahui dan mencerap.
Ø  Nafs
Kata Nafs mengandung beberapa makna ( jiwa, diri, nafsu, sukma, dsb). Namun yang berkaitan dalam pembahasan ini hanya ada dua makna saja , pertama yang mencakup emosi atau amarah dan ambisi atau hasrat dalam diri manusia (biasa disebut ‘nafsu”). Makna inilah yang biasa digunakan para ahli tasawuf , karena mereka mengartikan kata nafs sebagai sesuatu sifat yang tercela pada diri manusia. Makna kedua dari Nafs adalah seperti makna hati di atas, yaitu sesuatu yang abstrak yang membentuk diri manusia secara hakiki.

.


















Kelompok 5
Psikologi Wilhelm Wundt

A.    Perkembangan Psikologi Awal
Ditinjau secara historis dapat dikemukakan bahwa ilmu tertua ilalah ilmu filsafat,   karena filsafat merupakan satu satunya ilmu pada zaman itu,Menurut  asalnya, psikologi berasal dari bahasa Yunani Kuno: “ψυχή” (Psychēyang berarti jiwa) dan “-λογία” (-logia yang artinya ilmu) sehingga secara etimologis, psikologi dapat diartikan dengan ilmu yang mempelajari tentang jiwa. Pada awalnya ilmu psikologi merupakan tergabung pada ilmu filsafat, sehingga segala sesuatu yang tergabung di filsafat akan berpengaruh pada psikologi, Psikologi sebagai suatu ilmu merupakan lmu yang relatif  lebih muda dibandingkan ilmu-ilmu yang lain, namun sudah cukup lama psikologi dibcarakan oleh para ahli, psikologi juga memiliki sejarah seperti lmu ilmu yang lain.
Psikologi dikukuhkan sebagai ilmu yang  berdiri sendiri oleh Wilhelm Wundt dengan didirikannya laboratorium psikologi pertama di dunia di Leipzig Jerman tahun1879, didalam laboratorium itu Wundt mengadakan ekperimen dalam usaha menyelidiki jiwa lewat gejala gejala jiwa. Karena metode yang digunakan itulah Wundt di sebut sebagai Tokoh psikologi ekperimental, Laboratorium yang didirikan wundt tersebut merupakan Laboratorium formal pertama yang ada,semenjak itulah disebut tongak pertama munculnya cabang ilmu psikologi berdiri sendiri bukan lagi bagian dari ilmu filsfat dan berkembang pesat hingga saat ini, perkembangannya sangat pesat melalui berbagai ekperimen oleh para ahli.

B.     Wilhelm Wundt (1832-1920)
Wilhelm Wundt dilahirkan di Neckarau pada tanggal 18 Agustus 1832 dan wafat di Leipzig pada tanggal 31 Agustus 1920. Wilhelm Wundt seringkali dianggap sebagai bapak psikologi modern berkat jasanya mendirikan laboratorium psikologi pertama kali di Leipzig. Ia mula-mula dikenal sebagai seorang sosiolog, dokter, filsuf dan ahli hukum.
Pada tahun 1875 ia pindah ke Leipzig, Jerman, dan pada tahun 1879 ia dan murid-muridnya mendirikan laboratorium psikologi untuk pertama kalinya di kota tersebut. Berdirinya laboratorium psikologi inilah yang dianggap sebagai titik tolak berdirinya psikologi sebagai ilmu pengetahuan yang terpisah dari ilmu-ilmu induknya (Ilmu Filsafat & Ilmu Faal). Wundt mengabdikan diri selama 46 tahun sisa hidupnya untuk melatih para psikolog dan menulis lebih dari 54.000 halaman laporan penelitian dan teori.
Pada awal berdirinya psikologi sebagai satu disiplin limu yang mandiri, psikologi didominasi oleh gagasan serta usaha mempelajari elemen-elemen dasar dari kehidupan mental orang dewasa normal, melalui penelitian laboratorium dengan menggunakan metode intropeksi. Pada masa itu, tercatat aliran psikologi yang disebut psikologi strukturalisme.

C.     Laboratorium Wundt
Wilhelm Wundt  sebagai pendiri psikologi sebagai sebuah ilmu pengetahuan laboratorium. Wundt mengawinkan filsafat dengan fisiologi dan jadilah psikologi sebagai ilmu yang mempelajari mental (mind)/kesadaran dengan memakai metode eksperimen sebagai metode fisiologi/ilmu alam, sehingga pada masa lalu istilah psikologi eksperimen dengan psikologi fisiologi dapat saling dipertukarkan
ada dua pengertian laboratorium psikologi dalam sejarah, yakni
·         Sebagai tempat untuk meneliti yang dilengkapi dengan beraneka peralatan eksperimen serta dipenuhi spirit keilmiahan,
·         Sebuah komunitas ilmuwan yang melaksanakan penelitian kolaboratif dalam rangka mencari penjelasan ilmiah mengenai mental.
Akhirnya, pada musim panas 1876 Wundt mendapatkan sebuah ruangan yang rencananya diperuntukkan sebagai ruang makan mahasiswa. Ruangan itu resmi digunak Nicolas dan Ferrand (1999) menerjemahkan kedalam bahasa Inggris pengalaman seorang psikolog Belgia Van Biervliet yang berkunjung ke laboratorium Wundt di tahun 1891. Alat-alat laboratorium misalnya dynanometer, sphymograph, recording drum, big pendulum, electromagnetic hammer, Hipp's chronoscope dan sebagainya yang kebanyakan adalah hasil rancangan Wund Menjadi seorang psikolog eksperimental yang handal di akhir abad 19 dan awal abad 20 merupakan tugas yang tidak mudah sebab orang harus paham filsafat, fisiologi, fisika, dan tentu saja psikologi serta harus trampil dalam mencipta, membuat, mengoperasikan dan mereparasi peralatan-peralatan laboratorium.

D.    Subjek pembahasan Psikologi Wundt
Wundt pada masa itu (1879) sangat mengutamakan penyelidikan tentang struktur kejiwaan manusia dan ia mendapati bahwa jiwa manusia itu terdiri dari berbagai elemen (bagian) seperti pengindraan, perasaan, ingatan, dan sebagainya. Menurut Wilhelm Wundt ciri-ciri dari strukturalisme adalah penekanannya pada analisis atau proses kesadaran yang dipandang  terdiri atas elemen-elemen dasar, serta usahanya menemukan hukum-hukum yang membawahi hubungan antar elemen  kesadaran tersebut. Karena pandanganya elementalistik ini, psikologi strukturalisme disebut juga psikologi elementalisme.
Wundt sangat dipengaruhi oleh 2 orang tokoh lain yang dianggap sebagai gurunya, yaitu Helmholtz dan J. P. Muller, yang membantunya mengombinasikan filsafat dengan ilmu pasti, seperti pada bukunya System of Philosophy (1884).
Tiga persoalan yang harus dibahas dalam psikologi yang berdiri sendiri menurut Wundt adalah:
·         Analisa dari proses kesadaran ke dalam elemen-elemen.
·         Penyelidikan mengenai bagaimana terjadinya hubungan-hubungan antara elemen-elemen itu.
·         Penentuan hukum-hukum yang mengatur hubungan-hubungan tersebut.











Kelompok 6
William james
A.    Profil William James
William James lahir pada tanggal 11 januari 1842 di New York city. Ayahnya, seorang kaya raya yang mandiri, adalah seorang penulis masalah-masalah teologis. Masa pendidikan awal James terkadang terganggu, ia mendapatkan keuntungan  dari pengalaman yang luas dan bervariasi, ia dapat belajar bahasa perancis dan jerman. Pada tahun  1864, ia sangat tertarik pada seni, tetapi sains menang dan ia masuk  Harvard Medical Scool dengan mendapatkan gelar M.D pada tahun 1869. Pada tahun 1872 ia menjadi seorang guru psikologi di Harvard. Dorongan dan pluralism dari komunitas akademik ini terbukti menjadi latar belakang dari James. Disamping itu menaruh perhatian pada struktur tubuh,ia terpukau dengan persoalan struktur pikiran dan emosi manusia dan berbagai variasi pengalaman manusia. Ia juga disulitkan dengan masalah yang berkenaan dengan perdebatan antara kebebasan dan determinisme, kemungkinan kebenaran pasti dan realitas Tuhan.
B.     Kehidupan William James
William James dilahirkan di Astor House, sebuah hotel di New York City, dalam sebuah keluarga kaya dan terkenal. Ayahnya (pada waktu itu, adalah orang terkaya kedua di Amerika Serikat) begitu bersemangat dalam mengabdikan dirinya, meskipun tidak konsisten, pada pendidikan anak-. anak, yang berpindah-pindah antara Eropa dan Amerika. Karena itulah masa sekolah James ditempuh di Inggris, Perancis, Jerman, Italia, Swis, dan Amerika Serikat. Semua pengalaman yang menstimulasi ini memberikan James keuntungan-keuntungan intelektual dan kultural tentang Inggris dan nilayah Eropa lainnya. Sepanjang hidupnya James sering melakukan perjalanan ke luar negeri. Metode favorit ayahnya dalam mengobati penyakit yang diderita keluarganya adalah dengan mengirimkan mereka ke Eropa dan bukannya ke rumah sakit.
Pada usia 18 tahun, James memutuskan untuk menjadi seorang seniman tetapi dia tidak punya bakat yang cukup baik. Lalu dia memutuskan untuk mendaftar di Lawrence Scientific School di Harvard. Perang sipil antara Utara dan Selatan pun pecah dl Amerika Serikat. danJames mengatakan kalau dia ingin bergabung dengan ketentaraaan. Ayahnya melarangnya dan mengatakan bahwa tidak ada pemerintah manapun ataupun alasan apa pun yang layak mendapatkan pengorbanan hidup William. James meninggalkan studi medisnya untuk membantu seorang zoologis Louis Agassiz dalam sebuah ekspedisi di lembah Sungai Amazon Brazil, untuk mengumpulkan spesimen hewan-hewan laut. Perjalanan itu memberi James kesempatan untuk mencontoh karir dalam bidang biologi, tetapi dia segera menemukan kalau dirinya tak bisa mentolerir pengumpulan dan pengkategorian yang ketat atau tuntutan-tuntutan fisik pekerjaan di bidang ini.
James mulai sembuh dari penyakitnya di sebuah spa di Jerman, sedikit berkecimpung dalam sastra, dan menulis surat-surat panjang kepada temantemannya, tetapi depresinya tetap tak bisa disembuhkan. Dia menghadiri kuliah-kuliah psikologi di Universitas Berlin, yang menuntunnya untuk berspekulasi bahwa mungkin inilah saatnya bagi “psikologi untuk mulai menjadi sebuah sains”
James memperoleh gelar medisnya dari Harvard pada 1869, tetapi ketidakstabilan dan depresinya semakin parah. Digerogoti oleh perasaan takut yang tak beralasan dan mengerikan, dia bahkan mempertimbangkan untuk bunuh diri.
Epidemi neurastenia. Neorolog Amerika George Beard, adalah orang pertama yang' menggunakan istilah “neurastenia” yang merujuk pada kondisi keresahan khas Amerika. Dia mencatat beberapa gejalanya: insomnia, hipokondria, sakit kepala, ruam kulit, kecemasan berlebihan, dan sesuatu yang disebut brain collapse (gagal otak) (Lutz, 1991). James menyebut gejala-gejala ini sebagai “Amerikanitis” (Ross, 1991).
Dia memutuskan untuk percaya bahwa dia dapat menyembuhkan depresinya dengan mempercayai kekuatan kemauan. Ternyata dia memang berhasil sampai batas tertentu, karena pada 1872 dia menerima sebuah posisi mengajar ilmu fisiologi di Harvard. Tetapi, baru satu tahun menjalani pekerjaan itu dia meminta waktu cuti untuk berkunjung ke italia dan kembali lagi ke Harvard untuk mengajar.
Dia menikah dengan Alice Howe Gibbens, perempuan yang dipilihkan untuknya oleh ayahnya, dan dia menandatangani kontrak penerbitan dengan Henry Holt, yang menghasilkan salah satu dari sejumlah buku psikologi klasik. James membutuhkan waktu selama 12 tahun untuk menulis buku tersebut, yang dimulainya saat berbulan madu. Salah satu alasan mengapa James membutuhkan waktu begitu lama untuk mempersiapkan buku ini adalah karena dia adalah pelancong yang kompulsif. Jika sedang tidak di Eropa.
Buku James, The Principle of Psychology  akhirnya di terbitkan pada tahun 1890, buku tersebut merupakan kesuksesan luar biasa yang telah di capai James. Hampir 80 tahun setelah penerbitannya seorang psikologi menulis: "Tak diragukan lagi karya James Principle adalah buku psikologi yang paling berwawasan, paling provokatif, dan pada saat yang sama merupakan buku paling mudah di pahami.
The principles of psychology
Dalam The Principles of Psychology ,James menyampaikan apa yang pada akhirnya akan menjadi prinsip utama dalam fungsionalisme Amerika bahwa tujuan psikologi bukanlah untuk menemukan unsure-unsur pengalaman tetapi untuk mempelajari orang-orang hidup ketika mereka beradaptasi dengan lingkungannya
Pokok kajian psikologi : sebuah pandangan baru terhadap kesadaran
Diawal The Principles James menyatakan bahwa “Psikologi adalah sains kehidupan Mental,yang berkaitan dengan fenomena maupun kondisi-kondisinya”. Dalam hal pokok kajian,kata juncinya adalah fenomena dan kondisi. Fenomena digunakan untuk mengindikasikan bahwa pokomkajian psikologi akan ditemukan dalam pengalaman langsung; kondisi merujuk pada arti penting tubuh,khususnya otak,dalam kehidupan mental.
A.Metode-metode dalam Psikologi
Metode-metode James yang di muat dalam The Principles menunjuk perbedaan utama antara psikologi struktural dan fungsional: Gerakan fungsionalis tidak akan di batasi oleh satu metode tunggal, seperti metode intropeksi Wundt atau Titchener. Fungsionalisme juga akan menerima dan mengaplikasikan metode-metode lainnya. Pendekatan elektrik ini telah sangat memperluas ruang psikologi Amerika.
B.Pragtisme
Kaidah utama yang menyatakan bahwa validitas dari sebuah ide atau konsepsi harus diuji melalui konsekuensi-kosekuensi praktinya.
Pragtisme di kembangkan pada 1890 oleh Charles Sanders Peirce (Pierce adalah orang pertama yang menulis tentang psikologi Fechner dan Wundt untuk para ilmuwan Amerika dalam sebuah artikel yang di terbitkan tahun 1869)
C. Teori Emosi
Teori emosi james di muat dalam The Principles , yang bertentangan dengan  pemikiran mengenai hakikat emosi kondisi emosional yang ada saat itu. James menyatakan bahwa munculnya respon fisik mengawali muncuknya emosi, khususnya untuk apa yang disebutkan nya dengan emosi-emosi yang “lebih kasar”. Untuk mendukung gagasan ini, james mengilustrasikan observasi intropeksi dimana ketika perubahan-perubahan  jasmani seperti detak jantung yang cepat, napas terengah-engah, dan ketengangan otot tidak terjadi, berarti  tidak ada emosi.
D. Tiga Bagian Diri
James berpendapat bahwaperasaan  seseorang  tentang dirinya terdiri dari tiga aspek.
           Diri materi : terdiri dari segala sesuatu yang kita sebut seabagai hanya dimiliki oleh diri kita, seperti tubuh kita, keluarga, rumah, atau gaya berpakaian .
           Diri Sosial : merujuk pada pengakuan yang kita terima dari orang lain.
           Diri Spiritual : merujuk pada diri batin atau subyektif kita.
E. Kebiasaan
Tindakan  repetitif atau kebiasaan melibatkan sistem syaraf dan dapat meningkatkan kelenturan materi syaraf. Sebagai akibatnaya,kebiasaan menjadi lebih mudah dilakukan pada pengulangan berikutnya dan hanya membutuhkan lebih sedikit perhatian sadar.












Kelompok 7
Psikoanalisis Sigmund Freud
A.    Biografi Sigmun Freud
Lahir tahun 1856 di kota Freiberg yang kini terletak di Cekoslowakia. Ia merupakan anak dari Jacob Freud dan Amalia Freud.  Freud masuk SMA setahun lebih cepat daripada anak anak umumnya dan dinilai sebagai siswa cemerlang, berhasil lulus pada usia yang masih sangat muda, 17 tahun. Dia dapat berbahasa Jerman dan Yahudi di rumah dan disekolah dia belajar bahasa Latin, Yunani, Perancis, dan Inggris. Dia juga belajar bahasa Italia dan Spanyol secara otodidak.. Freud memulai studinya di Universitas Wina pada tahun 1873. Freud seorang mahasiswa yang jempolan di sekolahnya, meraih gelar sarjana kedokteran dari Universitas Wina tahun 1881.
·         Masa muda
Ketika ia berumur empat tahu, keluarganya pindah ke Wina. Freud seorang mahasiswa yang jempolan di sekolahnya, meraih gelar sarjana kedokteran dari Universitas Wina tahun 1881.
·         Tertarik di bidang Psikologi
Diketahui bahwa selama sepuluh tahun berikutnya dia melakukan penyelidikan mendalam di bidang Psikologi, membentuk staf klinik psikiatri, melakukan praktek pribadi di bidang neurologi, bekerja di Paris bersama neurolog Perancis kenamaan Jean Charcot dan juga bersama dokter Josef Breuer orang Wina.
·         Wafat
Meski begitu, dia tetap menemukan kerja dan beberapa karya penting bermunculan pada tahun-tahun berikutnya. Ditahun 1938 Nazi menduduki Austria.
Sigmun Freud yang sudah berusia 82 tahun dan keturunan Yahudi itu dipaksa pergi ke London, Inggris. Ia menghindari kejaran tentara Nazi yang sedang memburu para kaum Yahudi di Eropa ketika itu. Sigmun Freud meninggal pada tanggal 23 September 1939 di London, Inggris.
·         Karya-karya Sigmund Freud
1.      Interpretation of Dreams
2.      Three Essays on the Theory of Sexuality
3.      Jokes and Their Relation to the Unconscious
4.      The Psychopathology of Everyday Life
5.      On Narcissism
6.      Introduction Into Psychoanalyze 
7.      Dan masih banyak lagi

B.     Hakekat manusia berdasarkan teori kepribadian menurut Sigmund Freud
Kepribadian adalah semua corak perilaku dan kebiasaan individu yang terhimpun dalam diri dan digunakan untuk bereaksi serta menyesuaikan diri terhadap segala rangsangan baik dari luar maupun dari dalam. Corak perilaku dan kebiasaan ini merupakan kesatuan fungsional yang khas pada seseorang.Perkembangan kepribadian tersebut bersifat dinamis,artinya selama individu masih bertambah pengetahuannya dan mau belajar serta menambah pengalamandan ketrampilan,mereka akan semakin matang dan mantap kepribadiannya.
Struktur kepribadian menurut Freud :
·         Id (Das Es)
              Id adalah sistem kepribadian yang asli, dibawa sejak lahir. Id beroprasi berdasarkan prinsip kenikmatan dan menghindari rasa sakit.Plesure principle diproses dengan dua cara :
a.Tindakan Reflek (Reflek Action)
b.Proses Primer (Primery Process)
·         Ego ( Das Ich )
            Ego berkembang dari id agar orang mampu menangani realita sehingga ego beroperasi mengikuti prinsip realita.Ego adalah eksekutif atau pelaksanaan dari kepribadian,yang memiiki 2 tugas utama, pertama, memilih stimuli mana yang hendak direspon dan insting mana yang aka dipuaskan sesuai dengan prioritas kebutuhan.Kedua,menentukan kapan dan bagaimana kebutuhan itu dipuaskan sesuai dengan prioritas kebutuhan
·         Super ego (Das Ueber Ich)
            Superego adalah kekuatan moral dan etik dari kepribadian,yang beroperasi memakai prinsip idealistik (edialistic principle) sebagai lawan dari prinsip kepuasan id dan prinsip realistik dari ego.Superego bersifat nonrasional dalam menuntut kesempurnaan. Ada 3 fungsi Superego,yakni:
1.      Mendorong ego menggantikan tujuan-tujuan realistik dengan tujuan moralistik
2.      Merintangi impuls id terutama impuls seksual dan agresif yang dengan standar nilai masyarakat
3.      Mengejar Kesempurnaan
·         Contoh kasus
Lina memiliki janji dengan Maya untuk pergi jalan-jalan ke mall pada hari ini, akan tetapi ia belum menyelesaikan tugasnya yang harus dikumpulkan besok.
Id akan mendesak untuk pergi ke mall terlebih dahulu dan menyelesaikan tugasnya sepulang mereka dari mall.
Superego akan mendesak untuk mengerjakan tugas terlebih dahulu baru pergi ke mall kemudian, namun apabila sudah terlalu malam, maka pergi ke mallnya di tunda menjadi lain hari atau tidak pergi ke mall sama sekali.
Ego adalah pengambil keputusan diantara keduannya, yaitu id dan superego. Setelah ia menimbang untung dan ruginya dari kedua pilihan yang ada, ia lalu bertindak berdasarkan keputusan yang ia pilih.
Madzhab Psikoanalisis Freud
1.      Psikoanalisis
Freud menjadikan prinsip struktur psikis manusia: id (berisi energi psikis yang hanya memikirkan kesenangan semata), ego(pengawas realitas), superego(kaidah moral dan nilai-nilai sosial yang diserap individu dari lingkungannya), prasadar, dan kesadaran untuk menjelaskan segala yang terjadi pada manusia, antara lain mimpi. Menurut Freud, mimpi adalah bentuk penyaluran dorongan yang tidak disadari.
2.      Behaviorisme
Aliran ini memandang manusia sebagai mesin(homo mechanicus) yang dapat dikendalikan perilakunya melalui suatu pelaziman(conditioning). Sikap yang diinginkan dilatih terus-menerus sehingga menimbulkan maladaptivebehaviour atau perilaku menyimpang.
3.      Humanistis
Salah satu bagian dari humanistic adalah logoterapi. logotherapy (logos = makna). Pandangan ini berprinsip:
·         Hidup memiliki makna, bahkan dalam situasi yang paling menyedihkan sekalipun.
·         Tujuan hidup kita yang utama adalah mencari makna dari kehidupan kita itu sendiri.
·         Kita memiliki kebebasan untuk memaknai apa yang kita lakukan dan apa yang kita alami bahkan dalam menghadapi kesengsaraan sekalipun.
4.      Gestalt
Psikologi gestalt adalah gerakan jerman yang secara langsung menantang psikologi strukturalisme Wundt. Para gestaltis mewarisi tradisi psikologi aksi dari Brentano, Stumpf dan akademi Wurzburg di jerman, yang berupaya mengembangkan alternatif bagi model psikologi yang diajukan oleh model ilmu pengetahuan alam reduksionistik dan analitik dari Wundt.
5.      Transpersonal
Secara etimologis, transpersonal berarti melampaui gambaran manusia yang kelihatan. Dengan kata lain, transpersonal berarti melampaui macam-macam topeng yang digunakan manusia.
Psikologi transpersonal lebih menitikberatkan pada aspek-aspek spiritual atau transcendental diri manusia.
6.      Positif
Psikologi positif adalah cabang baru psikologi yang bertujuan positif diringkas pada tahun 2000 oleh MartinSeligman dan MihalyCsikszentmihalyi "Kami percaya bahwa psikologi positif akan muncul fungsi manusia yang mencapai pemahaman ilmiah dan efektif untuk membangun berkembang dalam individu, keluarga, dan masyarakat.”
7.      Lintas Budaya
Psikologi lintas budaya adalah cabang psikologi yang (terutama) menaruh perhatian pada pengujian berbagai kemungkinan batas-batas pengetahuan dengan mempelajari orang-orang dari berbagai budaya yang berbeda.

·         Kelebihan dan kekurangan Psikoanalisis
Kelebihan :
o   Freud membuat jelas bahwa manusia sering berpikir dan berprilaku dengan dorongan yang tidak mereka akui.
o   Freud berani dan tanggap melakukan observasi yang membuahkan teori kepribadian pertama dan teknik psikoterapi pertama yang efektif.
o   Freud mengidentifikasikan pengaruh dini bentuk perkembangan kepribadian yang berimplikasi pada perkembangan anak.
o   Freud mengembangkan model wawancara sebagai konseling

Kekurangan :
o   Freud menjelaskan bahwa perilaku seseorang hanya disebabkan oleh dorongan-dorongan seksual.
o   Istilah super ego, id, dan ego, alam sadar, alam bawah sadar, alam tidak sadar, tahap oral, tahap alat sadistis, dan tahap falik, mimpi analisis, dan sebagainya tidak punya definisis operasional : artinya mereka tidak dijabarkan dalam operasi atau perilaku yang spesifik. Peneliti harus menyusun sendiri definisi untuk sederetan istilah psikoanalisis.
o   Banyak teori freud yang tidak bisa di reka ulang.












                                                          
Kelompok 8
Adler dan Jung
A.    Biografi Adler dan Jung
·         ALFRED  ADLER (1870-1937)
Alfred Adler lahir di Mina pada tahun 1870 dari keluarga kelas menengah, dan meninggal di Aberdeen, Skotlandia pada tahun 1937 pada waktu ia mengadakan perjalanan keliling untuk memberikan ceramah. Alfred adalah seorang dokter ahli penyakit dalam. Ia meraih gelar dokter pada tahun 1895 dari Universitas Wina. Mula-mula ia mengambil spesialis di bidang ophthalmologi, kemudian setelah menjalani praktek dokter umum, ia mnejadi seorang psikiater. Ia menjadi anggota dan kemudia ketua masyarakat Psikoanalisis Wina. Akan tetapi Adler segera memulai mengembangkan ide-idenya yang menyimpang dari ide-ide Freud dan anggota-anggota lain di masyarakat Wina itu, dan ketika perbedaan-perbedaan menjadi tajam, ia diminta menyajikan pandangan-pandanganya di hadapan masyarakat itu. Ini terjadi pada tahun 1911 dan sebagai kritik dan celaan seru terhadap pendirian Adler oleh anggota-anggota lain di masyarakat itu, Adler mengundurkan diri dari jabatan ketua dan beberapa bulan kemudian ia memutuskan hubungan dengan Psikoanalisis Freudian. Adler mempunyai 6 saudara laki-laki dan perempuan. Pada awal masa kanak-kanak Adler tidak bahagia. Hal itu ditandai dengan sakit, dan kesadaran terhadap kematian, ketidakbahagiaan, dan kecemburuan dari kakak tertuanya. Dia menderita rakhitis yang membuatnya tidak dapat berlaridan bermain dengan anak lain.
·         CARL GUSTAF JUNG (1875-1961)
Ia dilahirkan pada tanggal 26 Juli 1875 di Kesswil dan meninggal pada tanggal 6 Juni 1961 di Kusnacht, Swiss. Ia lulus dari fakultas kedokteran Universitas Basle pada tahu 1900. Ia seorang anak laki-laki tunggal dari Paul Jung, seorang pendeta desa dan ibunya bernama Emilie Preswerk Jung. Ia lahir di tengah keluarga besar yang cukup pendidikan. Di antara anggota keluarga besar Jung senior, ada yang jadi pendeta dan punya pikiran eksentrik. Carl Gustav Jung remaja adalah seorang yang penyendiri, tertutup dan tidak peduli dengan masalah seolah, apalagi dia tidak punya semangat bersaing. Kemudian dia dimasukkan ke sekolah asrama di Basel, Swiss. Disini, dia merasa tertekan karena dicemburui oleh teman-temannya. Lalu dia mulai sering bolos dan pulang ke rumah dengan alasan sakit. Setelah ia lulus, ia bekerja di Burghoeltzli Mental Hospital di Zurich di bawah bimbingan Eugene Bleuler, seorang pakar dan penemu skizofrenia.Tahun 1903, dia menikahi Emma Rauschenbach. Dia mengajar di University of Zurich, membuka praktik psikiatri dan menemukan beberapa istilah yang masih dipakai sampai sekarang. Teori kompleks yang isinya mengenai sekeompok pikis atau psikis emosional (feeling-toned) yang ditekan,merupakan hasil penyelidikan eksperimental pertama yang dipimpinnya dalam kerjasama dengan Franz Rikinan ilmuwan lainnya dengan judul “DIAGNOSTICHE ASSOZIATIONSSTUDIEN”. Karya ini menjadikannya populer dan sebagai jembatan bertemunya dengan Sigmund Freud tahun 1907.
B.     Karya-karya Adler dan Jung
·         Karya Adler
1.      Understanding Human Nature (memahami sifat manusia) yang merupakan buku psikologi pertamanya,
2.      The Individual Psychology of Alfred Adler (1956),
3.      What Life Could Mean to You(1931).
·         Karya Jung
1.      Diagnostische Assoziationsstudien, karya ini menjadikannya populer dan sebagai jembatan bertemunya dengan Sigmund Freud tahun 1907.
2.      Symbol nd Wandlungen der libido membahas tentang simbol-simbol mitologis dan simbol-simbol relegious.

C.     Manusia dalam pandangan Adler dan Jung
Setiap manusia pada dasarnya mempunyai kelemahan organis berbeda dari pada hewan, manusia tidak diperlengkapi dengan alat-alat tubuh untuk melawan alam. Menurut Adler kelemahan-kelemahan organis itu mendorong manusia untuk mengadakan kompensasi. Manusia mengembangkan akalnya sedemikian rupa sehingga bisa mengkompensasi (menutupi) kelemahan organisnya. Menurut Jung, masa lampau individu sebagai akualitas maupun masa depan individu sebagai potensialitas sama-sama membimbing tingkah laku individu (orang). Pandangan Jung tentang kepribadian adalah prospektif dan retrospektif. Prospektif dalam arti bahwa ia melihat kepribadian itu ke masa depan ke arah garis perkembangan sang pribadi di masa depan dan restrospektif dalam arti bahwa ia memperhatikan masa lampau sang pribadi. Orang hidup dibimbing oleh tujuan maupun sebab. Jung menekankan pada peranan tujuan dalam perkembangan manusia.

D.    Konsep Adler dan Jung tentang kehidupan pskis individu
Pemikiran Alfred Adler tentang kehidupan psikis :
·         Psikologi individual
Manusia pertama-tama dimotivasikan oleh dorongan-dorongan sosial. Menurut Adler manusia pada dasarnya adalah makhluk sosial. Mereka menghubungkan dirinya dengan orang lain, ikut dalam kegiatan-kegiatan kerja sama sosial, menempatkan kesejahteraan sosial diatas kepentingan diri sendiri.
·         Perasaan-perasaan inferioritas
Perasaan inferioritas yang umum dirasakan sebagai kekuatan pemotivasi. Perasaan-perasaan inferioritas yang umum dirasakan sebagai kekuatan yang berkelanjutan. Dalam arti bahwa proses ini menunjukan bahwa kekuatan motivasi mampu membuat seseorang bekerja lebih giat agar sesuatu yang diinginkan dapat tercapai.
·         Gaya hidup
Seseorang berperilaku dengan cara yang berbeda dalam usahanya untuk meraih hal tersebut, gaya hidup melibatkan perilaku-perilaku yang dengannya kita menyeimbangkan inferioritas yang sesungguhnya ataupun imajinatif.
·         Kekuatan Kreatif Diri
Kreatif diri adalah bahwa manusia memiliki kapasitas untuk menentukan kepribadian sesuai dengan gaya hidup. Kemampuan dan pengalaman tertentu pada diri manusia melalui hereditas dan lingkungan, tetapi cara manusia menggunakannya secara aktif dan meninterpretassi pengalaman-pengalaman ini memberi dasar bagi kepribadian, sikap terhadap lingkungan.
·         Urutan kelahiran
Selain menggunakan energi untuk menanggapi superioritas, Aler juga meyakini bahwa urutan kelahiran itu berpengaruh pada kepribadiannya.

Pemikiran Jung :
·         Psikologi analitis : Teori kepribadian Jung
Sebeum Jung bertemu Freud, Jung telah mempunyai teori psikoanalisis dan metode terapinya sendiri yang kemudian trkenal dengan nama psikoanalitik, dan secara konsisten dikebangkannya selama ia bersatu dengan Freud (Jung 1913). Kepribadian manusia dipandang sebagai prospektif, dalam arti bahwa Jung melihat ke depan ke arah garis perkembangan sang pribadi di masa depan, dan retrospektiff dalam arti dia mempertahankan masa lampau.

E.     Freud dan Freudanism
Sigmun Freud adalah orang Jerman keturunan Yahudi, dilahirkan pada tanggal 6 Mei 1856, dan pada masa bangkitnya Hitler, ia harus melarikan diri ke Inggris dan meninggal di London pada tanggal 23 September 1939. Ia menggambarkan jiwa sebagai sebuah gunung es. Bagian yang muncul di permukaan air adalah bagian yang terkecil, yaitu puncak dari gunung es itu, yang dalam hal kejiwaan adalah bagian kesadaran. Agak di bawah permukaan air adalah bagian yang disebutnya pra-kesadaran. Isi dari prakesadaran ini adalah hal-hal yang sewaktu-waktu dapat muncul ke kesadaran. Bagian yang terbesar dari gunung es itu berada di bawah permukaan air sama sekali dan dalam hal jiwa merupakan alam ketidakasadaran.
F.      Adler dan Jung perbedaannya dengan Freud
Perbedaan Adler dengan Freud :
·         Menurut Freud mereduksi motivasi tindakan manusia kepada seks dan agresi saja. Sedangkan Menurut adler, manusia kebanyakan dimotivai oleh pengaruh-pengaruh sosial dan perjuangan menuju keberhasilan/kesuksesan.
·         Menurut Freud manusia memiliki sedikit bahkan tidak sama sekali pilihan dalam membuat kepribadian mereka. Sementara menurut Adler manusia bertanggungjawab sepenunya untuk menjadi siapa diri mereka.
·         Menurut Feud perilaku saat ini dibentuk oleh pengalaman-pengalaman masa lalu. Semntara  menurut Adler perilaku saat ini dibentuk oleh pandangan manusia mengenai masa depan.
Perbedaan Jung dengan Freud :
·         Freud berorientasi kausalistis menekankan oeranan masa lalu. Sementara jung menggabungkan kausalistis dengan telelogis(pengaruh masalalu dengan tujuan dan aspirasi individu)
·         Freud memandang dorongan yang menyebabkan tingkah laku lebih banyak dari dorongan seks. Sementara menurut Jung, energi psikis bersifat lebih luas, tak terbatas pada dorongan seks
·         Teknik pendekatan Freud bersifat umum, mekanistis dan biologis, teori berlaku bagi semua orang. Sementara Jung sudah memperhatikan adanya individual differences.























Kelompok 9
Psikologi Behaviorisme Watson
A.    Biografi Watson
                                                          
John Broadus Watson atau lebih dikenal dengan panggilan watson beliau dilahirkan dipeternakan dekat Green ville,South Carolina. Beliau dilahirkan oleh seorang ibu yang sangat religius, akan tetapi Ayahnya sangat berbanding terbaik denganya.
Ayah Watson seringkali melakukan penyimpangan sosial baik minum minuman keras atau melakukan kekerasan bahkan hubungan asmara di luar nikah. Hingga pada saat umur Watson masih 13 tahun, Ayahnya meninggalkanya demi wanita lain.
Sebagai remaja dan orang muda, Watson adalah sosok yang agak nakal. Dia menggambarkan dirinya sebagai orang yang malas dan suka melawan dan tak pernah mencapai nilai yang lebih baik dari sekedar syarat lulus minmal di sekolah. Pada usia 16 tahun,melalui program persekutuan Babtis, dia mendaftar ke Universitas Furman di Greenvile. Dia belajar filsafat, matematika, bahasa Latin, dan Yunani. Dan berharap agar dapat masuk ke Seminar Teologi Princeton setelah lulus dari Furman.
B.     Karya-karya Watson
1.      Behaviorism (1925)
2.      Psychology, from the standpoint of a behaviorist (1919)
3.      Behavior:An Introduction to Comparation Psychology (1914)
4.      Psychology Care of the Infant and Child (1928)
5.      The Religion Called Behaviorisme (1927)
C.     Manusia dalam pandangan Watson
Manusia pada dasarnya makhluk yang netral, tidak berperilaku baik atau jelek. Dan yang mempengaruhi perilaku baik buruknya adalah interaksi sosial dan lingkungan tempat tinggal manusia itu sendiri.
Manusia mampu berefleksi atas tingkah lakunya sendiri serta mengatur dan mengontrol perilakunya sendiri dan dimana  seiap manusia mampu membentuk sendiri pola-pola tingkah lakunya yang baru melalui belajar, dan dimana manusia dapat memberi pengaruh ataupun mempengaruhi perilaku orang lain  dan sebaliknya.
D.    Konsep Watson tentang kehidupan psikis individu
Watson berpendapat jika gangguan yanga ada didalam kehidupan dewasa disebabkan oleh respon-respon terkondisi yang terbentuk di masa balita, kanak-kanak dan remaja. Teori perubahan perilaku dalam kelompok behaviourisme memandang manusia sebagai produk lingkungan. Maksudnya, segala perilaku manusia sebagian besar akibat pengaruh lingkungan sekitarnya,dan lingkunganlah yang membentuk kepribadian manusia.
Behaviourisme tidak mempermasalahkan norma pada manusia. Apakah  manusia tersebut tergolong baik atau tidak, yang kemudian bagaimana respon manusia tersebut setelah  mendapat stimulus dari luar.
Dengan arti lain, behaviourisme hanya membicarakan perilaku manusia sebagian besar akibat pengaruh lingkungan sekitarnya, dan lingkunganlah yang membentuk kepribadian manusia. Ia melakukan percobaan terhadap seekor anjing yang dilaparkan lalu meneteskan air liur ketika mendengar dering bel dan melihat makanan.
E.     Madzhab Behaviorisme Watson
Behaviorisme adalah sebuah aliran dalam Psikologi yang didirikan oleh JB Watson. Aliran ini menolak unsur-unsur kesadaran yang tidak nyata sebagai obyek studi dari Psikologi.
1.      Psikologi mempelajari stimulus dan respon (S-R) yaitu stimulus adalah semua obyek di lingkungan, dan respon adalah apapun yang dilakukan sebagai jawaban terhadap stimulus
2.      Tidak mempercayai unsur herediter (keturunan) sebagai penentu perilaku. Karena, perilaku manusia adalah hasil belajar dari lingkungan sekitar
3.      Perilaku dapat dikontrol dan ada hukum yang mengaturnya
4.      Metode penelitiannya menurut Watson adalah menggunakan metode empiris, yaitu observasi, conditioning, testing, dan verbal reports












Kelompok 10
Skinner dan Albert Bendura
A.    Biografi dan Teori Skinner
·         Biografi Skinner
Burrhus frederic skinner 20 Maret 1904 di Susquehanna, Pennsylvania. Ia merefleksikan tahun-tahun awal kehidupannya sebagai suatu masa dalam lingkungan yang stabil, dimana belajar sangat dihargai dan disiplin sangat kuat. Skinner mendapat gelar BA-nya dalam sastra Inggris pada tahun 1926 dari Presbyteriamfounded Humilton Collage, setelah diwisuda dia menekuni dunia tulis menulis sebagai profesinya selama dua tahun.
Pada tahun 1928 dia melamar masuk program pascasarjana psikologi Universitas Harcard. Pada tahun 1945 dia menjadi kepala departemen psikologi di Universitas Indiana. Pada tanggal 18 Agustus 1980, Skinner meninggal dunia karena penyakit leukimia.
·         Teori Skinner
Teori belajar
Menurut B.F Skinner  yaitu Operant Conditioning merupakan suatu bentuk belajar yang mana kehadiran respon berulang-ulang dikendalikan oleh konsekuensinya, dimana individu cenderung mengulang-ulang respon yang diikuti oleh konsekuensi yang menyenangkan. Adanya hukuman dan hadiah yang diberikan akan membuat individu lebih mudah untuk belajar
·         Konsep-konsep Skinner
Skinner memiliki tiga asumsi dasar dalam membangun teorinya :
1.      Behavior is lawful (perilaku memiliki hukum tertentu)
2.      Behavior can be predicted (perilaku dapat diramalkan)
3.      Behavior can be controlled (perilaku dapat dikontrol)
·         Kelebihan dan kekurangan teori Skinner
Kelebihan
Pada teori ini, pendidik diarahkan untuk menghargai setiap anak didiknya.hal ini ditunjukkan dengan dihilangkannya sistem hukuman. Hal itu didukung dengan adanya pembentukan lingkungan yang baik sehingga dimungkinkan akan meminimalkan terjadinya kesalahan.
Kekurangan
Tanpa adanya sistem hukuman akan dimungkinkan akan dapat membuat anak didik menjadi kurang mengerti tentang sebuah kedisiplinan. hal tersebuat akan menyulitkan lancarnya kegiatan belajar-mengajar. Dengan melaksanakan mastery learning, tugas guru akan menjadi semakin berat.
B.     Biografi Albert Bendura
·         Biografi Albert Bendura
Bandura dilahirkan di Mundare Northern Alberta Kanada, pada 04 Desember 1925.Masa kecil dan remajanya dihabiskan di desa kecil dan juga mendapat pendidikan disana.Pada tahun 1949 beliau mendapat pendidikan di University of British Columbia, dalam jurusan psikologi
Pada tahun 1964 Albert Bandura dilantik sebagai professor dan seterusnya menerima anugerah American Psychological Association untuk Distinguished scientific contribution pada tahub 1980.Albert Bandura sangat terkenal dengan teori pembelajaran social, salah satu konsep dalam aliran behaviorime yang menekankan pada komponen kognitif dari pemikiran, pemahaman, dan evaluasi.
·         Teori Albert Bendura
Teori pembelajaran sosial
Teori Pembelajaran Sosial merupakan perluasan dari teori belajar perilaku yang tradisional (behavioristik).Teori pembelajaran social ini dikembangkan oleh Albert Bandura (1986). Teori ini menerima sebagian besar dari prinsip -prinsip, teori -teori belajar perilaku, tetapi memberikan lebih banyak penekanan pada kesan dan isyarat -isyarat perubahan perilaku, dan pada proses -proses mental internal
Seperti pendekatan teori pembelajaran terhadap kepribadian, teori pembelajaran social berdasarkan pada penjelasan yang diutarakan oleh Bandura bahwa sebagian besar daripada tingkah laku manusia adalah diperoleh dari dalam diri, dan prinsip pembelajaran sudah cukup untuk menjelaskan bagaimana tingkah laku berkembang
Teori peniruan (modeling)
Pada tahun 1941, dua orang ahli psikologi, yaitu Neil Miller dan John Dollard dalam laporan hasil eksperimennya mengatakan bahwa peniruan ( imitation ) merupakan hasil proses pembelajaran yang ditiru dari orang lain
Dua puluh tahun berikutnya ,” Albert Bandura dan Richard Walters ( 1959, 1963 ) telah melakukan eksperimen pada anak – anak yang juga berkenaan dengan peniruan. Hasil eksperimen mereka mendapati, bahwa peniruan dapat berlakuhanya melalui pengamatan terhadap perilaku model (orang yang ditiru) meskipun pengamatan itu tidak dilakukan terus menerus. Proses belajar semacam ini disebut "observationallearning" .
Unsur Utama dalam Peniruan (Proses Modeling/Permodelan) :
1.      Perhatian ('Attention')
2.      Mengingat ('Retention')
3.      Reproduksi gerak (‘reprodiction’)
4.      Motivasi
Jenis – jenis Peniruan (modelling) :
1.      Peniruan Langsung
2.      Peniruan Tak Langsung

·         Kelebihan dan kekurangan teori Albert Bendura
Kelebihan
Kelemahan yang terdapt dalam teori ini adalah pada saat proses penerimaan informasi yang tidak melihat aspek positif dan negatifnya.
Jika manusia belajar atau membentuk tingkah lakunya dengan hanya melalui peniruan (modeling ), sudah pasti terdapat sebagian individu yang menggunakan teknik peniruan ini juga akan meniru tingkah laku yang negative, termasuk perlakuan yang tidak diterima dalam masyarakat.
Kekurangan
Teori Albert Bandura lebih lengkap dibandingkan teori belajar sebelumnya , karena itu menekankan bahwa lingkungan dan perilaku seseorang dihubungkan melalui system kognitif orang tersebut. Bandura memandang tingkah laku manusia bukan semata – mata reflex atas stimulus ( S-R bond), melainkan juga akibat reaksi yang timbul akibat interaksi antara lingkungan dengan kognitif manusia itu sendiri.



Kelompok 11
Psikologi humanistik Abraham Maslow
·         Profil dan kehidupan Abraham Maslow
Nama lengkapnya adalah Abraham Harold Maslow yang dilahirkan pada 1 April 1908, di Manhattan Amerika Serikat. Ia merupakan anak tertua dari tujuh bersaudara. Ia pernah mengungkap tentang perasaan jiwanya yang sangat neurotis (extremely neurotic), pemalu, mudah risau, depresi, penyendiri dan suka merenungi dirinya sendiri (self reflecting).
Akibatnya, Maslow mengisolasi diri di ruang perpustakaan karena dimotivasi oleh dorongan psikologis orang tua yang kurang menaruh perhatian kasih saying dengan dirinya, akibat besarnya jumlah anggota keluarga yang ada. Sekalipun demikian, Maslow di sekolah sangat berprestasi, sehingga oleh ayahnya dia di dorong agar melanjutkan studinya di sekolah hokum (law school) yang kurang begitu diminatinya.
Karena itu pada semester dua, dia pindah studi pada Universitas Wisconsin dan mengambil bidang psikologi. Di Universitas ini, dia mendalami bidang psikologi eksperimental hingga meraih gelar Doktor. Dengan prestasi keilmuan tersebut, Maslow memperoleh peluang kerja sebagai asisten peneliti bidang psikologi sosial di Teacher College, Universitas Colombia, dari tahun 1934 sampai tahun 1937. Kemudian pada tahun 1937, Maslow pergi ke New York dan ia menjadi professor psikologi di Universitas Brooklyn, hingga tahun 1951, ia diundang Departemen Psikologi Universitas Brandeis untuk mendududki posisi sebagai kepala pada Departemen tersebut selama 10 tahun.
·         Pengertian teori humanistik
Dalam ilmu psikologi, teori humanistik dipandang sebagai alternatif kekuatan ketiga dari kedua kekuatan teori yang sepanjang sejarah selalu menjadi teori yang dominan yaitu psikoanalisis dan behavioristik. Teori ini dinamakan humanistik karena memfokuskan diri secara khusus pada tingkah laku manusia.
Para ahli teori humanistik meyakini beberapa hal yaitu:
Manusia memang mempunyai dorongan bawaan untuk mengembangkan diri
Manusia mempunyai kebebasan untuk merancang dan mengembangkan tingkah lakunya, dan bukan merupakan pion yang diatur sepenuhnya oleh lingkungannya.
Manusia merupakan makhluk rasional yang sadar dan tidak dikuasai oleh ketidaksadaran, kebutuhan irasional dan konflik.
·         Teori humanistik Abraham Maslow
Teori Maslow berdasarkan pada anggapan bahwa setiap individu memiliki dua hal di dalam dirinya:
ü  Adanya usaha yang positif untuk berkembang
ü  Adanya kekuatan untuk melawan atau memberi penolakan terhadap perkembangan itu.

·         Teori tambahan Maslow

ü  Kebutuhan estetis
Kebutuhan ini tidak bersifat universal karena hanya sedikit orang yang akan termotivasi dengan kebutuhan akan keindahan dan perlunya mengalami peristiwa menyenangkan secara estetis. Orang yang mempunyai kebutuhan estetis kuat biasanya menginginkan lingkungan sekelilingnya selalu indah, teratur dan mereka bisa menjadi sakit karena kebutuhannya tidak terpenuhi.
ü  Kebutuhan kognitif
Berupa keinginan sebagian besar orang untuk mengetahui, memecahkan masalah, dan menyelidiki suatu hal. Menurut Maslow, satu pribadi yang sehat seharusnya selalu ingin tahu lebih banyak , memiliki teori tentang sesuatu, menguji hipotesis yang didapatkannya dan merasa puas hanya dengan mengetahui bagaimana satu hal bekerja.
ü  Kebutuhan neurotik
Menurut Maslow, kebutuhan ini bersifat non produktif karena hanya berkisar pada gaya hidup tertentu yang tidak sehat dan tanpa nilai yang dilakukan individu untuk mencapai aktualisasi diri.


Kelompok 12            
Teori Humanistik Carl Rogers
·         Profil Carl Rogers
Nama: Carl Ransom Rogers
Ttl : 8 Januari  1902, Oak Park, Illinois, Amerika
Pendidikan : University ofWisconsin , Union Theological College of Columbia , Teachers College of Columbia.
Rogers menyebut teorinya bersifat humanis dan menolak pesimisme suram dan putus asa dalam psikoanalisis serta menentang teori behaviorisme yang memandang manusia seperti robot. Teori humanisme Rogers lebih penuh harapan dan optimis tentang manusia karena manusia mempunyai potensi-potensi yang sehat untuk maju. Dasar teori ini sesuai dengan pengertian humanisme pada umumnya, dimana humanisme adalah doktrin, sikap, dan cara hidup yang menempatkan nilai-nilai manusia sebagai pusat dan menekankan pada kehormatan, harga diri, dan kapasitas untuk merealisasikan diri untuk maksud tertentu.
·         Karya-karya Carl Rogers
     Rogers adalah seorang penulis produktif yang karyanya relatif mudah dibaca, sehingga membuatnya lebih “mudah” untuk dipahami, di antaranya; Client-Centered Therapy (1951), dua essai menarik yaitu On Becoming a Person (1950) dan A Way of Being (1980). Sedangkan pengantar untuk pemikiran-pemikiran dan teori-teorinya dapat ditemukan dalam buku yang disunting oleh Kirschenbaum dan Handerson berjudul The Carl Rogers Readers (1989)
·         Manusia dalam pandangan Carl Rogers
Carl Rogers memandang bahwa manusia cenderung berkembang ke arah positif, dengan kata lain mereka akan memenuhi potensi mereka kecuali kalau mereka mengalami rintangan. Sehingga Rogers juga berpandangan bahwa semua orang pada dasarnya adalah baik.
Menurut Rogers, orang yang sehat secara psikologis adalah mereka yang memiliki konsep diri yang luas, yaitu mampu memahami dan menerima berbagai perasaan dan pengalaman. Control diri yang berasal dari dalam diri seseorang adalah lebih baik dari pada control yang dipakasakan dan berasal dari luar.
·         Teori Humanistik menurut Carl Rogers
Carl Rogers adalah salah satu pencetus aliran psikologi humanistik. Dalam pandangan Rogers, konsep diri merupakan hal terpenting dalam kepribadian, dan konsep diri ini juga mencakup kesemua aspek pemikiran, perasaan, serta keyakinan yang disadari oleh manusia dalam konsep dirinya
·         Ada dua konsep diri menurut Carl Rogers

ü  Incongruence
Ketidakcocokan antara diri yang dirasakan dalam pengalaman aktual disertai pertentangan dan kekacauan batin. Seseorang dikatakan dalam keadaan inkongruensi jika beberapa dari totalitas pengalaman mereka tidak bisa diterima untuk mereka dan ditolak atau terdistorsi dalam citra diri
ü  Congruence
Situasi di mana pengalaman diri diungkapkan dengan seksama dalam sebuah konsep diri yang utuh, integral, dan sejati.
Rogers menggambarkan pribadi yang berfungsi sepenuhnya adalah pribadi yang mengalami penghargaan positip tanpa syarat. Ini berarti dia dihargai, dicintai karena nilai adanya diri sendiri sebagai person sehingga ia tidak bersifat defensif namun cenderung untuk menerima diri dengan penuh kepercayaan.









Kelompok 13
A.    Psikologi Kognitif
Psikologi kognitif didefinisikan sebagai studi tentang kognisi; proses-proses mental yang mendasari perilaku manusia. Ini meliputi berbagai subdisiplin termasuk memori, belajar, persepsi, dan penyelesaian masalah. Tokoh-tokohnya antara lain Gestalt, Meinong, Kohler, Max Wetheimer, dan Koffka. Menurut mereka, manusia tidak memberikan respons secara otomatis kepada stimulus yang dihadapkan kepadanya kerena manusia adalah makhluk aktif yang dapat menafsirkan lingkungan dan bahkan dapat mendistrosinya (mengubahnya).
Tujuan psikologi kognitif adalah mengetahui bagaimana otak memanipulasi data. Secara khusus, fokusnya terletak pada bagaimana memahami struktur-struktur  yang terlibat dalam kognisi, seperti penyaringan, leksikon dan penyimpanan, dan proses yang bekerja pada data kognitif termasuk pengodean, hambatan, dan lupa.
Timbul gerakan untuk kembali ke pandangan yang semula, yaitu ke pandangan yang membicarakan kesadaran dan introspeksi sebagai metode penelitian. Ada ahli yang kembali pada pandangan mengenai kesadaran sebagai hal yang dibicarakan dalam psikologi dan introspeksi sebagai metode penelitiannya. Dengan demikian maka yang semula manusia dipandang hanya sebagai mesin yang ditentukan oleh stimulus luar kembali pada posisi semula, yaitu memanusiakan manusia, manusia tidak hanya sebagai mesin.
Piaget membagi tingkat perkembangan mejadi 3 tahap yaitu tahap sensori-motorik, tahap berpikir pra-operasional, tahap berpikir operasional konkrit, dan tahap berpikir operasional formal.
Tiga prinsip utama pembelajaran yang dikemukakan Jean Piaget, antara lain:
1.      Belajar aktif
Untuk membantu perkembangan kognitif anak, kepadanya perlu diciptakan suatu kondisi belajar yang memungkinkan anak belajar sendiri, misalnya: melakukan percobaan sendiri; memanipulasi simbol-simbol; mengajukan pertanyaan dan mencari jawabannya sendiri; membandingkan penemuan sendiri dengan penemuan temannya.
2.      Belajar lewat interaksi sosial
Menurut Piaget belajar bersama baik dengan teman sebaya maupun orang yang lebih dewasa akan membantu perkembangan kognitif mereka. Karena tanpa kebersamaan kognitif akan berkembang dengan sifat egosentrisnya. Dan dengan kebersamaan khasanah kognitif anak akan semakin beragam.
3.      Belajar lewat pengalaman sendiri
Dengan menggunakan pengalaman nyata maka perkembangan kognitif seseorang akan lebih baik daripada hanya menggunakan bahasa untuk berkomunikasi. Berbahasa sangat penting untuk berkomunikasi namun jika tidak diikuti oleh penerapan dan pengalaman maka perkembangan kognitif seseorang akan cenderung mengarah ke verbalisme.

Psikologi kognitif juga mencangkup beberapa aspek pembahasan yang mencangkup materi pembelajaran pada psikologi kognitif yaitu:
1.      Persepsi
Adalah tindakan menyusun, mengenali, dan menafsirkan informasi sensoris guna memberikan gambaran dan pemahaman tentang lingkungan. Persepsi bukanlah penerimaan isyarat secara pasif, tetapi dibentuk oleh pembelajaran, ingatan, harapan, dan perhatian. Persepsi bergantung pada fungsi kompleks sistem saraf, tetapi tampak tidak ada karena terjadi di luar kesadaran.
2.      Belajar dan ingatan
Ingatan merupakan sebuah fungsi dari kognisi yang melibatkan otak dalam pengambilan informasi. Belajar berkaitan erat dengan ingatan atau memori karena hasil belajar harus disimpan dalam ingatan atau dalam proses belajar menggunakan ingatan hasil belajar sebelumnya.
3.      Berfikir dan penalaran
Berpikir melibatkan manipulasi mental terhadap informasi dengan tujuan menalar, memecahkan masalah, membuat keputusan dan penilaian atau hanya membayangkan.
Manusia membuat suatu dugaan (hipotesa) berdasarkan kemampuan berpikirnya.
4.      Melalui bahasa manusia memiliki konsep-konsep yang abstrak seperti moral, agama, peradaban keindahan, penghianatan dan sebagainya.
Oleh karena itu perolehan bahasa maupun proses berbahasa dianggap dapat memberikan pemahaman pada proses kognisi manusia.
B.     Psikologi Traspersonal
Secara Bahasa, transpersonal berasal dari dua kata yaitu Trans yang artinya pindah dari suatu keadaan kekondisi yang lain dan kata persona yang berarti topeng; yaitu berbentuk lahir dari kepribadian seseorang. Psikologi transpersonal merupakan salah satu bidang psikologi yang mengintegrasikan konsep, teori dan metode psikologi dengan kekayaan-kekayaan spiritual dari bermacam-macam budaya dan agama. Aliran ini dikembangkan oleh tokoh dari psikologi humanistik antara lain: Abraham Maslow, Antony Sutich, dan Charles Tart.
Menurut  Jhon Davis Ph.d (dosen psikologi transpersonal di Departemen Metropolitan State College Denver) ada 6 konsep dasar psikologi transpersonal:
1.      Pengalaman puncak
Ia bermaksud meneliti pengalaman mistikal serta pengalaman-pengalaman lain pada keadaan kesehatan psikologis yang optimal, tetapi ia merasa bahwa konotasi-konotasi keagamaan dan spiritual akan terlalu membatasi.
2.      Transendensi diri
Transendensi diri merupakan keadaan yang disitu rasa tentang diri meluas melalui defenisi-defenisi sehari-hari dan citra-citra diri kepribadian individual bersangkutan. Transendensi diri mengacu langsung akan suatu koneksi, harmoni atau kesatuan yang mendasar dengan orang lain dan dengan alam semesta.
3.      Kesehatan optimal
Kesehatan jiwa biasanya dilihat sebagai penanganan yang memadai dari tuntutan-tuntutan lingkungan dan pemecahan konflik-konflik pribadi, namun pandangan psikologi transpersonal juga memasukan kesadaran, pemhaman diri, dan pemenuhan diri.
4.      Kedaruratan spiritual
Pada umumnya, psikologi transpersonal berpendapat bahwa krisis-krisis psikologis dapat menjadi bagian dari suatu kebangkitan yang sehat dan bahwa kejadian-kejadian itu tidak selalu merupakan tanda-tanda psikopatologi.
5.      Spektrum perkembangan
Pandangan ini mengisyaratkan adanya tingkatan-tingkatan realitas dari tingkat material melalui tingkat yang berturutan mencakup sifat-sifat  dari tingkat-tingkat sebelumnya bersama-sama sifat-sifat yang muncul.
6.      Meditasi
Meditasi merupakan berbagai praktek untuk memusatkan atau menenangkan proses-proses mental dan memupuk keadaan transpersonal. Interprestasi serta katarsis merupakan metode kunci dalam psikoanalisa, maka meditasi adalah metode kunci bagi metode psikologi transpersonal.
C.     Konsep Psikologi Kognitif dan Transpersonal
Psikologi Kognitif
Dalam dunia psikologi, psikologi kognitif sangat diperlukan karena kognisi adalah proses mental atau pikiran yang berperan penting dan mendasar bagi studi-studi psikologi manusia.
Ada dua konsep dasar psikologi kognitif, yaitu kognisi dan pendekatan kognitif:
1.      Kognisi
Dalam istilah kognisi, maka psikologi kognitif dipandang sebagai cabang psikologi yang mempelajari proses-proses mental atau aktivitas pikiran manusia, misalnya proses-proses persepsi, ingatan, bahasa, penalaran dan pemecahan masalah.
2.      Pendekatan Kognitif
Sebagai suatu pendekatan maka psikologi kognitif dapat dipandang sebagai cara tertentu di dalam mendekati berbagai fenomena psikologi manusia. Konsep ini menekankan pada peran-peran persepsi, pengetahuan, ingatan, dan proses-proses berpikir bagi perilaku manusia.

Psikologi Transpersonal
Konsep inti dalam Psikologi Transpersonal ialah nondualitas atau nonduality yang bermakna bahwa tiap tiap bagian, misalnya tiap tiap manusia ialah bagian dari keseluruhan alam semesta dimana segalanya dipandang sebagai satu kesatuan.
1.      Fokus pada dimensi Spiritual
Pada hal ini menganggap bahwa dalam dimensi tersebut ternyata mengandung berbagai potensi dan kemampuan yang luar biasa yang kadang diabaikan. Hal ini berhubungan dengan pengalaman subjektif atau yang dinilai secara pribadi menurut pandangannya sendiri atau dari pengalaman luar bisa yang dialami oleh seseorang.
2.      Mengarah pada kesadaran manusia
Bidang ilmu psikologi ini mencoba untuk menjajaki lebih dalam dan melakukan telaah ilmiah pada dimensi yang selama ini dianggap sebagai sesuatu yang hanya berhubungan dengan kebatinan, ruhaniawan, agamawan, mistikus, atau sesuatu yang berhubungan dengan gaib.
3.      Pendekatan pada perkembangan
Dimulai dari tahap prapersonal yakni ketika manusia masih berada dalam kandungan sampai usia 3 sd 4 tahun. pada masa ini, kesadaran hanya mengenai tentang keinginan untuk bertahan hidup, mendapatkan perlindungan, dan merasa terikat dengan orang lain atau membutuhkan bantuan orang lain.
4.      Proses Pencerahan
Memberikan pengalaman atau hidup yang lebih cerah karena secara tidak langsung telah membimbing seseorang untuk memiliki kepribadian atau akhlak yang lebih baik, terapis akan menggunakan teknik teknik yang mempertajam intuisi dan memperdalam kesadaran personal dan transpersonal tentang dirinya sendiri yang berhubungan dengan spiritual.








Tidak ada komentar:

Posting Komentar