Kelompok 1
Macam-macam aliran psikologi
1.
Sejarah
ilmu psikologi
Dilihat dari sejarah, psikologi sudah berkembang sejak berabad-abad
yang lalu bahkan sebelum masehi (zaman yunani) sampai sekarang. Ini dilihat
dari sejarah bahwa psikologi yang di maksud pembahasan tentang jiwa manusia.
Bahkan di dalam kitab setiap agama kita akan mendapati istilah psikologi
(jiwa). Sehingga sejarah psikologi bisa dilihat dari sudut ini pula. Bahwa ilmu
psikologi modern tidak bisa dipisahkan dengan sejarahnya di filsafat. Sebagai
ahli bahwa psikologi berkembang dari ilmu filsafat yang memisahkan diri sebagai
ilmu mandiri. Psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari perilaku
manusia dalam hubungan dengan lingkungannya.
2.
Macam-macam
aliran psikologi
·
Strukturalisme
Aliran strukturalisme ini dikemukakan pertama kali oleh Wilhelm
Wundt melalui penelitiannya. Wundt dan rekan rekannya bekerja dan menyelidiki
struktur kesadaran dan kemudian mengembangkan hukum hukum pembentuknya.
Metode yang dipakai dalam aliran strukturalisme ini yaitu metode
intropektif. Metode introspeksi ini yaitu dengan meminta seseorang untuk menceritakan
kembali pengalaman masa lalunya atau perasaannya setelah dia melakukan
sesuatu. Sensasi digambarkan seperti manis, pahit, dimana dapat diidentifikasi menggunakan
introspeksi
·
Fungsionalisme
Aliran fungsionalisme merupakan aliran psikologi yang bersifat
dominan pada masanya dan merupakan hal utama yang perlu dipelajari mengenai
perkembangan keilmuan psikologi. Pengertian fungsionalisme sendiri yaitu orientasi
psikologi yang menekankan pada proses kejiwaan yang sedang dihadapi dan
menghargai manfaat psikologi. Selain itu juga mempelajari fungsi kesadaran
sebagai jembatan penghubung antara manusia dengan lingkungannya. William
James adalah salah satu tokoh yang terlibat dalam teori ini
·
Behaviorisme
Behaviorisme menyatakan diri mempelajari tentang perilaku yang
nyata. Aliran ini berdasarkan Ivan Pavlov dan William mc Dougall yang
teorinya dikenal dengan sebutan insting. Menurut mereka, insting merupakan
kecenderungan tingkah atau perilaku dalam situasi tertentu sebagai bawaan lahir
yang belum ada dipelajari sebelumnya. Aliran behaviorisme ini merupakan asumsi kejiwaan dan bukannya materi atau
objek, sehingga tidak dapat diteliti langsung. Penelitian difokuskan
pada tingkah laku dengan asumsi bahwa tingkah laku adalah wujud dari
mental atau kejiwaan manusia.
·
Psikologi
psikoanalisis
Aliran psikoanalisis merupakan pandangan yang mengaitkan kemajuan
di bidang kedokteran. Aliran psikoanalisis ini diungkapkan oleh Sigmun
Freud yang merupakan seorang ahli saraf. Sigmun mengungkapkan teori
dasarnya tentang alam sadar dan alam bawah sadar. Alam sadar merupakan
apa yang orang sadari sepenuhnya dan merupakan alam nyata, sedangkan alam bawah
sadar merupakan kesadaran semu.Hal yang terdapat di alam sadar adalah alam pra
sadar yaitu disebut juga kenangan yang ada atau available memory yang mudah
dipanggil kembali ke alam sadar. Ingatan ngatan masa lalu yang tidak teringat
kembali dengan mudah dapat dipanggil kembali.
·
Aliran
humanistik
Terapis bertugas untuk menggali dan mengetahui
masalah dari klien dan juga membantu menemukan solusi yang baik bagi
dirinya. Rogers mendasarkan teori dinamika kepribadian pada konsep aktualisasi
individu, sama halnya dengan ahli humanistik lainnya. Aktualisasi diri
merupakan proses pengembangan diri dari dorongan dalam diri atas potensi yang
dimiliki dan merupakan sifat bawaan dan ciri dari manusia. Aktualisasi diri
menghasilkan kreativitas, inovasi dan lainnya dari manusia. Adapun Abraham
Maslow adalah salah satu tokoh yang turut serta dalam terori ini.
·
Aliran
Gestalt
Gestalt
bukanlah nama seseorang namun berasal dari bahasa Jerman yang diartikan sebagai
bentuk, konfigurasi, atau keseluruhan, totalitas, hakikat. Aliran ini memandang
keutamaan dari psikologi adalah mengenai keseluruhan. Mekanisme kerja aliran
ini yaitu dengan menganalisis unsur unsur kejiwaan. Kejiwaan merupakan
hal yang harus dipelajari secara keseluruhan dan tidak dapat dipisahkan ke
dalam elemen elemen.Psikologi aliran Gestalt memandang totalitas batin
yang mengatur atau mengorganisasikan totalitas sebagai suatu hal yang utama.
Sedangkan elemen kejiwaan lainnya merupakan faktor sekunder. Gejala gejala
psikis tertentu yang bersifat khusus menurut Gestalt merupakan totalitas yang
menentukan tenaga batiniah dalam jiwa manusia.
3.
Ruang
lingkup psikologi
·
psikologi
yang mempelajari manusia
psikologi yang diteliti dan dipelajari
dalam psikologi disini adalah
tentang perilaku seseorang manusia.
·
psikologi
yang meneliti dan mempelajari hewan atau yang disebut dengan psikologi hewan
psikologi ini meneliti dan mempelajari perilaku
hewan dan dari hasil penelitian tersebut dapat berguna untuk mengerti
tentang keadaan manusia. banyak penelitian yang dilakukan pada hewan yang akan
hasilnya kemudian diarahkan pada manusia.
4.
Kegunaan
Psikologi
·
Untuk
memperoleh pemahaman gejala- gejala jiwa
dan pengertian yang lebih sempurna tentang
tingkah laku sesama manusia pada
umumnya dan anak-anak khususnya.
·
Untuk
mengetahui perbuatan- perbuatan jiwa serta kemampuan jiwa sebagai sarana untuk mengenal tingkah laku
manusia.
·
Untuk
mengetahui penyelenggaraan pendidikan dengan baik.
·
Untuk
mengetahui perilaku manusia sebagai upaya menyesuaikan diri dan berhubungan
dengan orang lain, sehingga memudahkan memahami mengapa mereka berpikir, berperasaan dan berbuat
menurut cara mereka sendiri.
·
Dalam
rangka mengatasi permasalahan social, psikologi dapat mengurai pangkal masalah,
setidaknya mengurangi problem social.
·
Kita
bisa peka terhadap perasaan orang lain
Kelompok 2
Psikologi Dalam Pemikiran Para Filsuf
A. Psikologi Dalam
Pemikiran Para Filsuf
Psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang perilaku manusia
beserta proses-proses lainnya yang akan mempengaruhi mental manusia itu
sendiri.
1.
Aristoteles
(384-322 SM)
Aristoteles
merupakan murid dari plato. Ia mempunyai pemikiran yang bertentangan dengan
pemikiran plato tentang apa itu psikologi. Menurut Aristoteles pengetahuan itu
tidak didapat hanya dari alam idea. Tapi juga dari pengalaman kehidupan.
Manusia lahi dalam keadaan kosong dan tidak mempunyai kepribadian apa-apa. Dan
menurutnya dunia ide itu adalah dunia yang realitas.
2.
Plato
(427-347 SM)
Plato
mengemukakan bahwa jiwa manusia itu sudah ada sejak sebelum manusia itu lahir
atau disebut pra eksistensi jiwa. Dimana jiwa itu berada di dua dunia. Yang
pertama di dunia sensoris yaitu pengindraan. Yang kedua adalah dunia idea yaitu
siafat asli manusia yaitu berpikir.
3.
Peter
Abelard (1079-1142)
Menurut Peter,
Alam semesta sebenarnya tidak memiliki arti dan makna, melainkan jiwa yang
mengonsepkan makna di balik realitas sesungguhnya dengan cara mendeteksi
kesamaan benda yang ada. Perspektif ini masih digunakan sampai saat ini dalam
psikologi kognitif.
4.
John
Locke (1632-1704)
John locke juga
mengungkapkan pemikirannya tentang dunia jiwa. Dimana pemikirannya hampir sama
dengan plato dan aristoteles. Dimana manusia lahir tanpa pengetahuan dan
manusia berasal dari pengalaman. Ada dua cara manusia memperoleh pengalaman.
Yang pertama dari penginderaannya terhadap dunia luar. Dan yang kedua dari
evaluasi yang dilakukan didalam pikirannya.
B.
Psikologi
Menurut Aristoteles Dan Pemikirannya
Aristoteles adalah seorang ahli filsafat terbesar disepanjang
zaman. Ia disebut juga sebagai bapak ensiklopedia. Seperti yang sudah dibahas
diatas. Bahwa menurut aristoteles
manusia lahir itu dalam keadaan tabula rasa. Kosong tidak mempunyai
gagasan atau kepribadian apa-apa. Aristoteles mengembangkan sistem pendidikan
berdasarkan pada prinsip-prinsip psikologi. menurutnya objek psikologi adalah
gejala gejala hidup pada umumnya (tumbuhan, hewan, dan manusia) dengan bukunya
“de anima”.
Di dunia ini terdapat 4 macam sifat alam yang berasal dari
keberadaan jiwa tertentu pada tiap benda/makhluk hidup:
1. Sifat anorganis:
terdapat pada benda-benda mati yang tidak memiliki jiwa.
2. Sifat vegetatif:
merupakan sifat dasar yang terdapat pada makhluk hidup yaitu bertumbuh, yang
dikendalikan oleh jiwa tumbuhan (anima vegetativa).
3. Sifat sensitif:
sifat ini terdapat pada hewan, yaitu kemampuan merasa dan menghendaki. Ia
dikendalikan oleh jiwa binatang (anima sensitiva).
4. Sifat intelektif:
merupakan sifat yang hanya dimiliki manusia, yaitu kemampuan untuk berpikir
yang dikendalikan oleh jiwa rasional (anima intellectiva).
Aristoteles membedakan tiga macam form, yaitu:
1. Plant : yang mengontrol fungsi-fungsi
vegetatif.
2. Animal : Mengingat, mengharap, dan persepsi.
3. Rasional :Yang memungkinkan manusia malakukan
penalaran (reasoning) dan membentuk konsp-konsep.
Menurut aristoteles jiwa mempunyai fungsi :
1. Kemampuan untuk
mengenal.
2. Kemampuan untuk
berkehendak
C.
Psikologi
Menurut Plato dan Pemikirannya
Plato adalah seorang penganut dualisme yang sebenar-benarnya.
Tentang “jiwa”, plato memandang bahwa dualisme antara jiwa dan badan. Jiwa
adalah bagian manusia yang tidak dapat mati, setelah berulang kali dipenjarakan
dalam badan lewat inkarnasi. Jiwa hidup terus sesudah mati dan bahkan sudah ada
sebelum manusia lahir kembali dalam bentuk badan baru.
Menurut Plato, psyhe (jiwa) terdiri dari tiga bagian yaitu :
1. Berpikir, berpusat
di otak dan disebut Logisticon
2. Berkehendak,
berpusat di dada dan di sebut thumeticon
3. Keinginan, berpusat
di perut dan disebut Abdomen
Ajarannya yang terkenal ialah tentang “idea”. Tentang “jiwa”, Plato
menyebutkannya sebagai bersifat Immaterial. Ini karena sebelumnya masuk ke
tubuh kita, tubuh kita sudah ada terlebih dahulu di alam para sensoris.
Plato melukiskan pertentangan antara kenyataan rohani yang tidak
dapat musnah, dan kehidupan di dunia ini, yang dialami secara indrawi, teori
ini berkaitan dengan pandangannya mengenai terpisahnya jiwa manusia yang tak
dapat mati dan badan yang akan musnah.
D.
Ciri
– ciri pemikiran psikologi periode filsafat
Filsafat memerlukan data dari ilmu, jika ahli filsafat manusia
hendak menyelidiki adakah manusia itu, ia harus mengetahui gejala tindakan
manusia. Dalam hal ini, ilmu yang bernama psikologi akan menolong filsafat
dengan sebaik-baiknya dangan hasil penelitiannya. Sebelum menjadi disiplin ilmu
yang mandiri, psikolgi memiliki akar-akar yang kuat dalam ilmu kedokteran dan
filsafat yang hingga sekarang masih Nampak pengaruhnya. filsafat itu
mempertanyakan jawaban, sedangkan psikologi menjawab pertanyaan (masalah). Jadi
dengan berfilsafat, psikolog mendapatkan solusi dari permasalahan kliennya,
karena terus diberikan pertanyaan, kenapa...mengapa...alasannya apa.. terus
begitu sampai akhirnya ada kesimpulan dari pertanyaan (permasalahan) itu.
Ciri-ciri Berpikir Filsafat:
1. Radikal; sampai ke
akar persoalan
2. Kritis; tanggap
terhadap persoalan yang berkembang
3. Rasional; sejauh
dapat dijangkau akal manusia
4. Reflektif;
mencerminkan pengalaman pribadi.
4. Konseptual; hasil
konstruksi pemikiran
5. Koheren; runtut,
berurutan.
6. Konsisten; berpikir
lurus/tidak berlawanan.
7. Sistematis; saling
berkaitan.
8. Metodis; ada cara
untuk memperoleh kebenaran.
9. Komprehensif;
menyeluruh Bebas & bertanggungjawab
Kelompok 3
Al-Qur’an dan Hadist Psikologi
A.
Konsep
manusia dalam Al-Quran dan Hadist
I.
Konsep
manusia dalam Al-Quran
·
Al-Insan
Al-Insân
berarti lupa. Kata al-insân dinyatakan dalam al-Qur‟an sebanyak 73 kali yang
disebut dalam 43 surat. Penggunaan kata al-insân pada umumnya digunakan pada
keistimewaan manusia sebagai khalifah di muka bumi, sekaligus dihubungkan
dengan proses penciptaannya.
·
Al-Basyar
Al-Basyar
terambil dari akar kata yang pada mulanya berarti penampakan sesuatu dengan
baik dan indah, Kata Al-Basyar dinyatakan dalam al-Qur‟an sebanyak 36 kali yang
tersebut dalam 26 surat. Pemaknaan manusia dengan Al-Basyar memberikan
pengertian bahwa manusia adalah makhluk biologis serta memiliki sifat-sifat
yang ada di dalamnya, seperti makan, minum, perlu hiburan, seks dan lain
sebagainya.
·
An-Nas
Kata an-nâs
menunjukkan pada hakikat manusia sebagai makhluk social dan ditunjukkan kepada
seluruh manusia secara umum tanpa melihat statusnya apakah beriman atau kafir.
II.
Konsep
manusia dalam Hadist
“Dari Abu
Abdurrahman Abdullah bin Mas’ud ra. Beliau berkata : Rasulullah SAW
menyampaikan kepada kami dan beliau adalah orang yang benar dan dibenarkan.
Sesungguhnya setiap kalian dikumpulkan penciptaannya di perut ibunya sebagai
setetes mani selama empat puluh hari, kemudian berubah menjadi setetes darah
selama empat puluh hari, kemudian menjadi segumpal daging selama empat puluh
hari. Kemudian diutus kepadanya seorang malaikat lalu ditiupkan padanya ruh dan
dia diperintahkan untuk menetapkan empat perkara : menetapkan rizkinya,
ajalnya, amalnya, dan kecelakaan atau kebahagiaannya…” (Riwayat Bukhori dan
Muslim).
·
Tahapan
Penciptaan
ü Nutfah : tingkat pertama bermula selepas persenyawaan atau
minggu pertama, setelah terjadi pencampuran air mani.
ü Alaqah : terjadi pada minggu pertama atau hari ketujuh. Telur
yang sudah disenyawakan tertanam di dinding rahim. Alaqah semakna dengan
segumpal darah yang terjadi selama 3 minggu didalam rahim.
ü Mudghah : terjadi pada minggu keempat dengan terjadinya
pembentukan otak, syaraf tunjang, telinga dan anggota lainnya. Pernafasan sudah
mulai terbentuk, jantung mulai berdetak, darah mengalir lebih banyak, dan
terjadi selama tujuh minggu.
ü Idham dan Lahm : terjadi pada minggu kelima, keenam, dan
ketujuh ditandai dengan pembentukan tulang yang mendahului pembentukan otot.
Terbentuk pula satu sistem yang komplek, perut dan usus mulai terbentuk,
saluran pernafasan mulai kelihatan. Kaki dan tangan mulai tumbuh, telinga dan
mulut makin sempurna. Pada minggu kedelapan semuanya telah sempurna dan
lengkap.
ü Nafkhur-ruh : yaitu tingkat peniupan roh yang terjadi selepas
empat puluh hari dan selepas terbentuknya organ-organ tubuh termasuklah organ
seks. Nilai kehidupan terjadi didalam rahim.
B.
Tujuan
penciptaan manusia
ü Manusia diciptakan Allah SWT bukan secara main-main
“Maka apakah
kamu mengira bahwa Kami menciptakan kamu main-main (tanpa ada maksud) dan bahwa
kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?”
(Al-Mu’minun
: 115)
ü Untuk mengemban amanah atau tugas keagamaan
“Sesungguhnya
Kami telah menawarkan amanah kepada langit, bumi, dan gunung-gunung, tetapi
semuanya enggan untuk memikul amanat itu, dan mereka khawatir tidak dapat
melaksanakannya (berat), lalu dipikullah amanat itu oleh manusia. Sungguh,
manusia itu sangat dzalim dan sangat bodoh.”
(Al-Ahzab : 72)
ü Untuk mengabdi atau beribadah
“Aku tidak
menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepadaku.”
(Adz-Zariyat :
56)
C.
Manusia
sebagai khalifatullah
Sebagai hamba
Allah, maka kita harus selalu patuh dan taat atas segala perintah dan menjauhi
segala larangan-Nya, maka manusia harus menuruti dan tidak boleh membangkang
kepada-Nya.
I.
Tugas
manusia secara vertikal dan horizontal
·
Secara
Vertikal
a.
Beribadah
kepada tuhan sesuai dengan kepercayaannya
b.
Menjalankan
semua perintah dan menjauhi segala larangan sesuai agama yang dianut
c.
Selalu
bersyukur kepada atas segala nikmat dan karunia yang didapat
d.
Selalu
mengintropeksi agar menjadi lebih baik
e.
Menjaga
bumi dan ciptaanNya dan tidak merusaknya
·
Secara
Horizontal
a.
Menghargai
kepercayaan dan agama orang lain (toleransi)
b.
Menghargai
Orang lain dari segala aspek
c.
Saling
tolong menolong
d.
Sadar
bahwa diri ini sebagai mahluk social yang saling membutuhkan
e.
Berlaku
adil,dan jujur dalam masyarakat
f.
Mampu
menciptakan suasana damai dan sejahtera dimana ia tinggal
Kelompok 4
AL-GAZALI
DAN TEORI PSIKOLOGI
A. Biografi Al-Ghazali
Al-Ghazali lahir di Thus pada 1058 / 450 H. Ia berkuniah Abu Hamid
karena salah seorang anaknya bernama Hamid. Ayahnya mempunyai cita-cita yang
tinggi yaitu ingin anaknya menjadi orang alim dan saleh. Imam Al-Ghazali adalah
seorang ulama, ahli pikir, ahli filsafat Islam yang terkemuka yang banyak
memberi sumbangan bagi perkembangan kemajuan manusia. Ia pernah memegang
jawatan sebagai Naib Kanselor di Madrasah Nizhamiyah, pusat pengajian tinggi di
Baghdad. Imam Al-Ghazali meninggal dunia pada 14 Jumadil Akhir tahun 505
Hijriah bersamaan dengan tahun 1111 Masehi di Thus. Jenazahnya dikebumikan di
tempat kelahirannya.
·
Sifat
Pribadi
Imam al-Ghazali mempunyai daya ingat yang kuat dan bijak berhujjah.
Ia berjaya menguasai berbagai bidang ilmu pengetahuan. Imam al-Ghazali sangat
mencintai ilmu pengetahuan. Ia juga sanggup meninggalkan segala kemewahan hidup
untuk bermusafir dan mengembara serta meninggalkan kesenangan hidup demi
mencari ilmu pengetahuan. Ia terkenal sebagai ahli filsafat Islam yang telah
mengharumkan nama ulama di Eropa melalui hasil karyanya yang sangat bermutu
tinggi. Sejak kecil lagi dia telah dididik dengan akhlak yang mulia. Hal ini
menyebabkan dia benci kepada sifat riya, megah, sombong, takabur, dan
sifat-sifat tercela yang lain. Ia sangat kuat beribadat, wara', zuhud, dan
tidak gemar kepada kemewahan, kepalsuan, kemegahan dan mencari sesuatu untuk
mendapat ridha Allah SWT.
·
Pendidikan
Pada tingkat dasar, dia mendapat pendidikan secara gratis dari
beberapa orang guru karena kemiskinan keluarganya. Pendidikan yang diperoleh
pada peringkat ini membolehkan dia menguasai Bahasa Arab dan Parsi dengan
fasih. . Oleh sebab minatnya yang mendalam terhadap ilmu, dia mula mempelajari
ilmu ushuluddin, ilmu mantiq, usul fiqih,filsafat, dan mempelajari segala
pendapat keeempat mazhab hingga mahir dalam bidang yang dibahas oleh
mazhab-mazhab tersebut. Oleh sebab Imam al-Ghazali memiliki ketinggian ilmu,
dia telah dilantik menjadi mahaguru di Madrasah Nizhamiah (sebuah universitas
yang didirikan oleh perdana menteri) di Baghdad pada tahun 484 Hijrah
·
Kehidupan
dan perjalanan menuntut ilmu
Ayah beliau adalah seorang pengrajin kain shuf (yang dibuat dari
kulit domba) dan menjualnya di kota Thusi. Menjelang wafat dia mewasiatkan
pemeliharaan kedua anaknya kepada temannya dari kalangan orang yang baik.
Setelah meninggal, maka temannya tersebut mengajari keduanya ilmu, hingga
habislah harta peninggalan yang sedikit tersebut. Kemudian dia meminta maaf
tidak dapat melanjutkan wasiat orang tuanya dengan harta benda yang
dimilikinya. Al-Ghazali bercerita, bahwa ayahnya seorang fakir yang shalih.
Tidak memakan kecuali hasil pekerjaannya dari kerajinan membuat pakaian kulit.
Beliau berkeliling mengujungi ahli fikih dan bermajelis dengan mereka, serta
memberikan nafkah semampunya.
·
Belajar
Fiqh
Imam Al Ghazali memulai belajar di kala masih kecil. Mempelajari
fikih dari Syaikh Ahmad bin Muhammad Ar Radzakani di kota Thusi. Kemudian
berangkat ke Jurjan untuk mengambil ilmu dari Imam Abu Nashr Al Isma’ili dan
menulis buku At Ta’liqat. Beliau mendatangi kota Naisabur dan berguru kepada
Imam Haramain Al Juwaini dengan penuh kesungguhan. Sehingga berhasil menguasai
dengan sangat baik fikih mazhab Syafi’i dan fikih khilaf, ilmu perdebatan,
ushul, manthiq, hikmah dan filsafat. Beliau pun memahami perkataan para ahli
ilmu tersebut dan membantah orang yang menyelisihinya. . Kemudian Nidzamul
Malik mengangkatnya menjadi pengajar di madrasahnya di Baghdad dan
memerintahkannya untuk pindah ke sana. Maka pada tahun 484 H beliau berangkat
ke Baghdad dan mengajar di Madrasah An Nidzamiyah dalam usia tiga puluhan
tahun. Disinilah beliau berkembang dan menjadi terkenal.
·
Pengaruh
filsafat
Pengaruh filsafat dalam diri beliau begitu kentalnya. Beliau
menyusun buku yang berisi celaan terhadap filsafat, seperti kitab At Tahafut
yang membongkar kejelekan filsafat. Imam Ghazali dengan kejeniusan dan
kepakarannya dalam fikih, tasawuf dan ushul, tetapi sangat sedikit
pengetahuannya tentang ilmu hadits dan sunah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa
sallam yang seharusnya menjadi pengarah dan penentu kebenaran. Akibatnya beliau
menyukai filsafat dan masuk ke dalamnya dengan meneliti dan membedah
karya-karya Ibnu Sina dan yang sejenisnya, walaupun beliau memiliki bantahan
terhadapnya. Membuat beliau semakin jauh dari ajaran Islam yang hakiki.
·
Polemik
kejiwaan Imam Ghazali
Kedudukan dan ketinggian jabatan beliau ini tidak membuatnya
congkak dan cinta dunia. Bahkan dalam jiwanya berkecamuk polemik (perang batin)
yang membuatnya senang menekuni ilmu-ilmu kezuhudan. Sehingga menolak jabatan tinggi
dan kembali kepada ibadah, ikhlas dan perbaikan jiwa. Ketika Wazir Fakhrul Mulk
menjadi penguasa Khurasan, beliau dipanggil hadir dan diminta tinggal di
Naisabur. Sampai akhirnya beliau datang ke Naisabur dan mengajar di madrasah An
Nidzamiyah beberapa saat. Setelah beberapa tahun, pulang ke negerinya dengan
menekuni ilmu dan menjaga waktunya untuk beribadah. Beliau mendirikan satu
madrasah di samping rumahnya dan asrama untuk orang-orang shufi.
·
Akhir
hayat
Akhir kehidupan beliau dihabiskan dengan kembali mempelajari hadits
dan berkumpul dengan ahlinya. Abul Faraj Ibnul Jauzi menyampaikan kisah
meninggalnya beliau dalam kitab Ats Tsabat Indal Mamat. Menukil cerita Ahmad
(saudaranya); Pada subuh hari Senin, saudaraku Abu Hamid berwudhu dan shalat,
lalu berkata, “Bawa kemari kain kafan saya.” Lalu beliau mengambil dan
menciumnya serta meletakkannya di kedua matanya, dan berkata, “Saya patuh dan
taat untuk menemui Malaikat Maut.” Kemudian beliau meluruskan kakinya dan
menghadap kiblat. Beliau meninggal sebelum langit menguning (menjelang pagi
hari). Beliau wafat di kota Thusi, pada hari Senin tanggal 14 Jumada Akhir
tahun 505 H dan dikuburkan di pekuburan Ath Thabaran.
B.
Manusia Dalam Pandangan Al-Ghazali
1.
Jiwa
Dalam Pandangan Al-Ghazali
Ia membagi jiwa
manusia tidak berbeda dengan pembagian yang ada pada Ibnu Sina. Ia membagi jiwa
ke dalam tiga bagian; Pertama, jiwa vegetatif (Al-Nafs An-Nabatiyah). Kedua,
jiwa sensitif (Al-Nafs Al-Hayawaniyah). Ketiga, jiwa manusia (Al-Nafs
Al-Insaniyyah). Hal ini tidak berbeda dengan pembagian jiwa menurut ibnu Sina
yang berpangkal pada Aristoteles.
Pandangan
tasawuf yang paling nampak dari Al-Ghazali adalah penempatan dzauq (intuisi) di
atas akal yang diikuti oleh sikap Al-Faqr (kemiskinan), al-ju’ (lapar),
al-khumul (lemah, lesu) dan Tawakkal (pasrah diri).
Untuk
memperbaiki jiwa, Al-Ghazali menganjurkan untuk ber-muhasabah al-nafs (koreksi
diri) dan mencari kesalahan dirinya sebelum tidur malam (taubikh al-nafs).
2. Hakikat Manusia Dalam Pandangan
Al-Ghazali
Sebelum memahami
hakikat manusia, perlu kiranya mendefinisikan manusia sebagai objek dalam
pembahasan ini. Manusia dalam ilmu mantiq disebut dengan “hayawanun natiq
(hewan yang memiliki akal)”. Yang membedakan manusia dengan hewan lain adalah
akal yang dimilikinya. An-nafs dalam pandangan Al-Ghazali adalah substansi
manusia yang berdiri sendiri dan tidak membutuhkan tempat. ini menunjukkan
bahwa esensi manusia bukanlah dilihat dari fisiknya. Sebab fisik tidak akan
bisa berdiri sendiri tanpa An-Nafs.
·
Struktur
Manusia
Dalam diri
manusia, Al-Ghazali membagi tiga bagian. Pertama, An-Nafs sebagai substansi
manusia tidak bertempat dan berdiri sendiri. Kedua, Ar-Ruh sebagai panas alami
(Al-Hararah Al-Ghariziyyah) yang mengalir pada pembulu-pembulu nadi, otot-otot
dan syaraf. Sedangkan ketiga,Al-Jism adalah bagian tubuh yang tersusun dari
materi. namun, dalam pandangan Al-Ghazali, Al-Nafs tetap menjadi esensi
manusia, bukan Al-Ruh. Karena Al-Ruh juga ada pada selain manusia. Al-ruh
menyatu dengan Al-Jism, seakan ia mengalir dalam aliran-aliran darah pada Jism.
Oleh karena itu Al-Jism tanpa Al-Ruh dan Al-Nafs adalah benda mati.
Jiwa rasional
memiliki dua daya. Al-‘amilat (Praktis) dan Al-‘Alimat (teoritis). Yang pertama
berfungsi menggerakkan tubuh melalui daya-daya jiwa sensitif sesuai dengan
tuntutan pengetahuan yang dicapai oleh teoritis. Jiwa teoritis menyampaikan
gagasan-gagasan teori kepada akal praktis. akal teoriris memiliki empat
kemampuan. Pertama, al-hayulani (Akal Material). Kedua, al-‘aql bil malakat
(Habitual Intellect). Ketiga, al-‘aql bi al-af’al (Akal Aktual). Keempat,
Al-Aql Al Mustafad (akal perolehan). Akal Al-Hayulani tingkat akal yang paling
rendah dan masih bersifat potensi belaka. Seperti akal pada anak kecil, walau
memiliki potensi namun tidak dapat berkembang. Jika akal tersebut mulai
berkebang dan menemukan titik kebenaran maka akal tersebut dinamakan dengan
‘Aql Bi Al-Malakat. Ketika akal lebih berkembang lagi dengan metode silogisme
atau kerja akal lebih rasional lagi maka akal ini dinamakan dengan ‘Aql Bi
Al-‘Af’al.
C.
Konsep Al-Ghazali tentang Psikologi
Dalam dunia
tasawuf, psikologi dikembangkan bukan hanya untuk tujuan teoritis belaka.
Melainkan untuk melakukan transformasi jiwa. Karena bagi sufi transformasi jiwa
merupakan hal yang paling urgen dalam suatu disiplin ilmu. Ilmu yang tidak
menghasilkan sebuah transformasi jiwa akan dipandang rendah, bagaimanapun
sistematisnya ia secara teoritis.
Sepanjang
sejarah pemikiran tasawuf, banyak teori psikologi yang dikembangkan oleh para
sufi. Istilah-istilah yang dikemukakan oleh para sufi juga berbeda-beda. Tetapi
sudah menjadi semacam kesepakatan bahwa psikologi sufi berkisar pada tiga
konsepsi dasar kejiwaan. Yaitu, hati, diri (nafs), dan jiwa (ruh)
Psikologi atau
'ilm al-nafs dalam pandangan Imam al-Ghazali (w.505H/1111M), termasuk dalam
kategori ilmu-ilmu terapan. Psikologi pada hakekatnya bertujuan melatih jiwa
dan pengendalian hawa nafsu. Termasuk dalam hal ini adalah bagaimana melatih
jiwa dalam bermuamalah kepada seluruh anggota keluarga, pembantu dan budak.
(lihat: Mizanul 'Amal)
Di samping itu,
al-Ghazali menjelaskan bahwa ilmu jiwa pada intinya difokuskan untuk
mengarahkan tiga kekuatan dalam diri manusia, yakni
1. kekuatan fikir,
2. kekuatan syahwat dan
3. kekuatan amarah.
Maka jiwa yang
sehat akan terwujud, jika ketiga kekuatan tersebut terarah dan terbina dengan
baik.
Dengan demikian
jiwa yang sehat itu menurut imam al-Ghazali, jika ia dihiasi dengan empat induk
kesalehan, yakni :
1. hikmah,
2. kesederhanaan ('iffah),
3. keberanian (syaja'ah) dan
4. keadilan ('adalah).
·
Arti
Ruh,Nafs dan Akal menurut Imam Al-Ghazali
Ø Ruh
Berbicara
tentang Ruh maka tidak bisa dilepaskan dari salah satu faktor pendukung yang
tak kalah penting, yaitu Hati.
I.
Pertama
sesuatu yang abstrak yang bersemayam di dalam rongga hati biologis dan mengalir
melalui urat –urat serta pembuluh ke seluruh anggota tubuh.
II.
Makna
kedua bagi “ruh” adalah bagian manusia yang berupa lathifah ( sesuatu yang
sangat halus dan lembut, tidak kasat mata dan tidak dapat di raba) yang
mempunyai kemampuan untuk mengetahui dan mencerap.
Ø Nafs
Kata Nafs
mengandung beberapa makna ( jiwa, diri, nafsu, sukma, dsb). Namun yang
berkaitan dalam pembahasan ini hanya ada dua makna saja , pertama yang mencakup
emosi atau amarah dan ambisi atau hasrat dalam diri manusia (biasa disebut
‘nafsu”). Makna inilah yang biasa digunakan para ahli tasawuf , karena mereka
mengartikan kata nafs sebagai sesuatu sifat yang tercela pada diri manusia.
Makna kedua dari Nafs adalah seperti makna hati di atas, yaitu sesuatu yang
abstrak yang membentuk diri manusia secara hakiki.
.
Kelompok 5
Psikologi Wilhelm Wundt
A.
Perkembangan
Psikologi Awal
Ditinjau secara historis dapat dikemukakan bahwa ilmu tertua ilalah
ilmu filsafat, karena filsafat
merupakan satu satunya ilmu pada zaman itu,Menurut asalnya, psikologi berasal dari bahasa Yunani
Kuno: “ψυχή” (Psychēyang berarti jiwa) dan “-λογία” (-logia yang artinya ilmu)
sehingga secara etimologis, psikologi dapat diartikan dengan ilmu yang
mempelajari tentang jiwa. Pada awalnya ilmu psikologi merupakan tergabung pada
ilmu filsafat, sehingga segala sesuatu yang tergabung di filsafat akan
berpengaruh pada psikologi, Psikologi sebagai suatu ilmu merupakan lmu yang
relatif lebih muda dibandingkan
ilmu-ilmu yang lain, namun sudah cukup lama psikologi dibcarakan oleh para
ahli, psikologi juga memiliki sejarah seperti lmu ilmu yang lain.
Psikologi dikukuhkan sebagai ilmu yang berdiri sendiri oleh Wilhelm Wundt dengan
didirikannya laboratorium psikologi pertama di dunia di Leipzig Jerman
tahun1879, didalam laboratorium itu Wundt mengadakan ekperimen dalam usaha
menyelidiki jiwa lewat gejala gejala jiwa. Karena metode yang digunakan itulah
Wundt di sebut sebagai Tokoh psikologi ekperimental, Laboratorium yang
didirikan wundt tersebut merupakan Laboratorium formal pertama yang
ada,semenjak itulah disebut tongak pertama munculnya cabang ilmu psikologi
berdiri sendiri bukan lagi bagian dari ilmu filsfat dan berkembang pesat hingga
saat ini, perkembangannya sangat pesat melalui berbagai ekperimen oleh para
ahli.
B.
Wilhelm
Wundt (1832-1920)
Wilhelm Wundt dilahirkan di Neckarau pada tanggal 18 Agustus 1832
dan wafat di Leipzig pada tanggal 31 Agustus 1920. Wilhelm Wundt seringkali
dianggap sebagai bapak psikologi modern berkat jasanya mendirikan laboratorium
psikologi pertama kali di Leipzig. Ia mula-mula dikenal sebagai seorang
sosiolog, dokter, filsuf dan ahli hukum.
Pada tahun 1875 ia pindah ke Leipzig, Jerman, dan pada tahun 1879
ia dan murid-muridnya mendirikan laboratorium psikologi untuk pertama kalinya
di kota tersebut. Berdirinya laboratorium psikologi inilah yang dianggap
sebagai titik tolak berdirinya psikologi sebagai ilmu pengetahuan yang terpisah
dari ilmu-ilmu induknya (Ilmu Filsafat & Ilmu Faal). Wundt mengabdikan diri
selama 46 tahun sisa hidupnya untuk melatih para psikolog dan menulis lebih
dari 54.000 halaman laporan penelitian dan teori.
Pada awal berdirinya psikologi sebagai satu disiplin limu yang
mandiri, psikologi didominasi oleh gagasan serta usaha mempelajari
elemen-elemen dasar dari kehidupan mental orang dewasa normal, melalui
penelitian laboratorium dengan menggunakan metode intropeksi. Pada masa itu,
tercatat aliran psikologi yang disebut psikologi strukturalisme.
C.
Laboratorium
Wundt
Wilhelm Wundt sebagai
pendiri psikologi sebagai sebuah ilmu pengetahuan laboratorium. Wundt
mengawinkan filsafat dengan fisiologi dan jadilah psikologi sebagai ilmu yang
mempelajari mental (mind)/kesadaran dengan memakai metode eksperimen sebagai
metode fisiologi/ilmu alam, sehingga pada masa lalu istilah psikologi
eksperimen dengan psikologi fisiologi dapat saling dipertukarkan
ada dua pengertian laboratorium psikologi dalam sejarah, yakni
·
Sebagai
tempat untuk meneliti yang dilengkapi dengan beraneka peralatan eksperimen
serta dipenuhi spirit keilmiahan,
·
Sebuah
komunitas ilmuwan yang melaksanakan penelitian kolaboratif dalam rangka mencari
penjelasan ilmiah mengenai mental.
Akhirnya, pada musim panas 1876 Wundt mendapatkan sebuah ruangan
yang rencananya diperuntukkan sebagai ruang makan mahasiswa. Ruangan itu resmi
digunak Nicolas dan Ferrand (1999) menerjemahkan kedalam bahasa Inggris
pengalaman seorang psikolog Belgia Van Biervliet yang berkunjung ke
laboratorium Wundt di tahun 1891. Alat-alat laboratorium misalnya dynanometer,
sphymograph, recording drum, big pendulum, electromagnetic hammer, Hipp's
chronoscope dan sebagainya yang kebanyakan adalah hasil rancangan Wund Menjadi
seorang psikolog eksperimental yang handal di akhir abad 19 dan awal abad 20
merupakan tugas yang tidak mudah sebab orang harus paham filsafat, fisiologi,
fisika, dan tentu saja psikologi serta harus trampil dalam mencipta, membuat,
mengoperasikan dan mereparasi peralatan-peralatan laboratorium.
D.
Subjek
pembahasan Psikologi Wundt
Wundt pada masa itu (1879) sangat
mengutamakan penyelidikan tentang struktur kejiwaan manusia dan ia mendapati
bahwa jiwa manusia itu terdiri dari berbagai elemen (bagian) seperti
pengindraan, perasaan, ingatan, dan sebagainya. Menurut Wilhelm Wundt ciri-ciri
dari strukturalisme adalah penekanannya pada analisis atau proses kesadaran
yang dipandang terdiri atas elemen-elemen dasar, serta usahanya menemukan
hukum-hukum yang membawahi hubungan antar elemen kesadaran tersebut.
Karena pandanganya elementalistik ini, psikologi strukturalisme disebut juga
psikologi elementalisme.
Wundt sangat dipengaruhi oleh 2
orang tokoh lain yang dianggap sebagai gurunya, yaitu Helmholtz dan J. P.
Muller, yang membantunya mengombinasikan filsafat dengan ilmu pasti, seperti
pada bukunya System of Philosophy (1884).
Tiga persoalan yang harus dibahas
dalam psikologi yang berdiri sendiri menurut Wundt adalah:
·
Analisa dari proses kesadaran ke dalam elemen-elemen.
·
Penyelidikan mengenai bagaimana terjadinya hubungan-hubungan antara
elemen-elemen itu.
·
Penentuan hukum-hukum yang mengatur hubungan-hubungan tersebut.
Kelompok 6
William james
A.
Profil
William James
William James
lahir pada tanggal 11 januari 1842 di New York city. Ayahnya, seorang kaya raya
yang mandiri, adalah seorang penulis masalah-masalah teologis. Masa pendidikan
awal James terkadang terganggu, ia mendapatkan keuntungan dari pengalaman yang luas dan bervariasi, ia
dapat belajar bahasa perancis dan jerman. Pada tahun 1864, ia sangat tertarik pada seni, tetapi
sains menang dan ia masuk Harvard
Medical Scool dengan mendapatkan gelar M.D pada tahun 1869. Pada tahun 1872 ia
menjadi seorang guru psikologi di Harvard. Dorongan dan pluralism dari
komunitas akademik ini terbukti menjadi latar belakang dari James. Disamping
itu menaruh perhatian pada struktur tubuh,ia terpukau dengan persoalan struktur
pikiran dan emosi manusia dan berbagai variasi pengalaman manusia. Ia juga
disulitkan dengan masalah yang berkenaan dengan perdebatan antara kebebasan dan
determinisme, kemungkinan kebenaran pasti dan realitas Tuhan.
B.
Kehidupan
William James
William James
dilahirkan di Astor House, sebuah hotel di New York City, dalam sebuah keluarga
kaya dan terkenal. Ayahnya (pada waktu itu, adalah orang terkaya kedua di
Amerika Serikat) begitu bersemangat dalam mengabdikan dirinya, meskipun tidak
konsisten, pada pendidikan anak-. anak, yang berpindah-pindah antara Eropa dan
Amerika. Karena itulah masa sekolah James ditempuh di Inggris, Perancis,
Jerman, Italia, Swis, dan Amerika Serikat. Semua pengalaman yang menstimulasi
ini memberikan James keuntungan-keuntungan intelektual dan kultural tentang
Inggris dan nilayah Eropa lainnya. Sepanjang hidupnya James sering melakukan
perjalanan ke luar negeri. Metode favorit ayahnya dalam mengobati penyakit yang
diderita keluarganya adalah dengan mengirimkan mereka ke Eropa dan bukannya ke
rumah sakit.
Pada usia 18
tahun, James memutuskan untuk menjadi seorang seniman tetapi dia tidak punya
bakat yang cukup baik. Lalu dia memutuskan untuk mendaftar di Lawrence
Scientific School di Harvard. Perang sipil antara Utara dan Selatan pun pecah
dl Amerika Serikat. danJames mengatakan kalau dia ingin bergabung dengan
ketentaraaan. Ayahnya melarangnya dan mengatakan bahwa tidak ada pemerintah
manapun ataupun alasan apa pun yang layak mendapatkan pengorbanan hidup
William. James meninggalkan studi medisnya untuk membantu seorang zoologis
Louis Agassiz dalam sebuah ekspedisi di lembah Sungai Amazon Brazil, untuk
mengumpulkan spesimen hewan-hewan laut. Perjalanan itu memberi James kesempatan
untuk mencontoh karir dalam bidang biologi, tetapi dia segera menemukan kalau
dirinya tak bisa mentolerir pengumpulan dan pengkategorian yang ketat atau
tuntutan-tuntutan fisik pekerjaan di bidang ini.
James mulai sembuh dari penyakitnya di sebuah spa di Jerman,
sedikit berkecimpung dalam sastra, dan menulis surat-surat panjang kepada
temantemannya, tetapi depresinya tetap tak bisa disembuhkan. Dia menghadiri
kuliah-kuliah psikologi di Universitas Berlin, yang menuntunnya untuk
berspekulasi bahwa mungkin inilah saatnya bagi “psikologi untuk mulai menjadi
sebuah sains”
James memperoleh gelar medisnya dari Harvard pada 1869, tetapi
ketidakstabilan dan depresinya semakin parah. Digerogoti oleh perasaan takut
yang tak beralasan dan mengerikan, dia bahkan mempertimbangkan untuk bunuh
diri.
Epidemi neurastenia. Neorolog Amerika George Beard, adalah orang
pertama yang' menggunakan istilah “neurastenia” yang merujuk pada kondisi
keresahan khas Amerika. Dia mencatat beberapa gejalanya: insomnia, hipokondria,
sakit kepala, ruam kulit, kecemasan berlebihan, dan sesuatu yang disebut brain
collapse (gagal otak) (Lutz, 1991). James menyebut gejala-gejala ini sebagai
“Amerikanitis” (Ross, 1991).
Dia memutuskan untuk percaya bahwa dia dapat menyembuhkan
depresinya dengan mempercayai kekuatan kemauan. Ternyata dia memang berhasil
sampai batas tertentu, karena pada 1872 dia menerima sebuah posisi mengajar
ilmu fisiologi di Harvard. Tetapi, baru satu tahun menjalani pekerjaan itu dia
meminta waktu cuti untuk berkunjung ke italia dan kembali lagi ke Harvard untuk
mengajar.
Dia menikah dengan Alice Howe Gibbens, perempuan yang dipilihkan
untuknya oleh ayahnya, dan dia menandatangani kontrak penerbitan dengan Henry
Holt, yang menghasilkan salah satu dari sejumlah buku psikologi klasik. James
membutuhkan waktu selama 12 tahun untuk menulis buku tersebut, yang dimulainya
saat berbulan madu. Salah satu alasan mengapa James membutuhkan waktu begitu
lama untuk mempersiapkan buku ini adalah karena dia adalah pelancong yang
kompulsif. Jika sedang tidak di Eropa.
Buku James, The Principle of Psychology akhirnya di terbitkan pada tahun 1890, buku
tersebut merupakan kesuksesan luar biasa yang telah di capai James. Hampir 80
tahun setelah penerbitannya seorang psikologi menulis: "Tak diragukan lagi
karya James Principle adalah buku psikologi yang paling berwawasan, paling
provokatif, dan pada saat yang sama merupakan buku paling mudah di pahami.
The principles
of psychology
Dalam The Principles of Psychology ,James menyampaikan apa yang
pada akhirnya akan menjadi prinsip utama dalam fungsionalisme Amerika bahwa
tujuan psikologi bukanlah untuk menemukan unsure-unsur pengalaman tetapi untuk
mempelajari orang-orang hidup ketika mereka beradaptasi dengan lingkungannya
Pokok kajian
psikologi : sebuah pandangan baru terhadap kesadaran
Diawal The Principles James menyatakan bahwa “Psikologi adalah
sains kehidupan Mental,yang berkaitan dengan fenomena maupun
kondisi-kondisinya”. Dalam hal pokok kajian,kata juncinya adalah fenomena dan
kondisi. Fenomena digunakan untuk mengindikasikan bahwa pokomkajian psikologi
akan ditemukan dalam pengalaman langsung; kondisi merujuk pada arti penting
tubuh,khususnya otak,dalam kehidupan mental.
A.Metode-metode
dalam Psikologi
Metode-metode
James yang di muat dalam The Principles menunjuk perbedaan utama antara
psikologi struktural dan fungsional: Gerakan fungsionalis tidak akan di batasi
oleh satu metode tunggal, seperti metode intropeksi Wundt atau Titchener. Fungsionalisme
juga akan menerima dan mengaplikasikan metode-metode lainnya. Pendekatan
elektrik ini telah sangat memperluas ruang psikologi Amerika.
B.Pragtisme
Kaidah utama
yang menyatakan bahwa validitas dari sebuah ide atau konsepsi harus diuji
melalui konsekuensi-kosekuensi praktinya.
Pragtisme di
kembangkan pada 1890 oleh Charles Sanders Peirce (Pierce adalah orang pertama
yang menulis tentang psikologi Fechner dan Wundt untuk para ilmuwan Amerika
dalam sebuah artikel yang di terbitkan tahun 1869)
C. Teori Emosi
Teori emosi
james di muat dalam The Principles , yang bertentangan dengan pemikiran mengenai hakikat emosi kondisi
emosional yang ada saat itu. James menyatakan bahwa munculnya respon fisik
mengawali muncuknya emosi, khususnya untuk apa yang disebutkan nya dengan
emosi-emosi yang “lebih kasar”. Untuk mendukung gagasan ini, james
mengilustrasikan observasi intropeksi dimana ketika perubahan-perubahan jasmani seperti detak jantung yang cepat,
napas terengah-engah, dan ketengangan otot tidak terjadi, berarti tidak ada emosi.
D. Tiga Bagian
Diri
James
berpendapat bahwaperasaan seseorang tentang dirinya terdiri dari tiga aspek.
• Diri materi : terdiri dari segala
sesuatu yang kita sebut seabagai hanya dimiliki oleh diri kita, seperti tubuh
kita, keluarga, rumah, atau gaya berpakaian .
• Diri Sosial : merujuk pada pengakuan
yang kita terima dari orang lain.
• Diri Spiritual : merujuk pada diri
batin atau subyektif kita.
E. Kebiasaan
Tindakan repetitif atau kebiasaan melibatkan sistem
syaraf dan dapat meningkatkan kelenturan materi syaraf. Sebagai
akibatnaya,kebiasaan menjadi lebih mudah dilakukan pada pengulangan berikutnya
dan hanya membutuhkan lebih sedikit perhatian sadar.
Kelompok 7
Psikoanalisis Sigmund Freud
A.
Biografi
Sigmun Freud
Lahir tahun 1856 di kota Freiberg yang kini terletak di
Cekoslowakia. Ia merupakan anak dari Jacob Freud dan Amalia Freud. Freud masuk SMA setahun lebih cepat daripada
anak anak umumnya dan dinilai sebagai siswa cemerlang, berhasil lulus pada usia
yang masih sangat muda, 17 tahun. Dia dapat berbahasa Jerman dan Yahudi di
rumah dan disekolah dia belajar bahasa Latin, Yunani, Perancis, dan Inggris.
Dia juga belajar bahasa Italia dan Spanyol secara otodidak.. Freud memulai
studinya di Universitas Wina pada tahun 1873. Freud seorang mahasiswa yang
jempolan di sekolahnya, meraih gelar sarjana kedokteran dari Universitas Wina
tahun 1881.
·
Masa
muda
Ketika ia berumur empat tahu, keluarganya pindah ke Wina. Freud
seorang mahasiswa yang jempolan di sekolahnya, meraih gelar sarjana kedokteran
dari Universitas Wina tahun 1881.
·
Tertarik
di bidang Psikologi
Diketahui bahwa selama sepuluh tahun berikutnya dia melakukan
penyelidikan mendalam di bidang Psikologi, membentuk staf klinik psikiatri,
melakukan praktek pribadi di bidang neurologi, bekerja di Paris bersama
neurolog Perancis kenamaan Jean Charcot dan juga bersama dokter Josef Breuer
orang Wina.
·
Wafat
Meski begitu, dia tetap menemukan kerja dan beberapa karya penting
bermunculan pada tahun-tahun berikutnya. Ditahun 1938 Nazi menduduki Austria.
Sigmun Freud yang sudah berusia 82 tahun dan keturunan Yahudi itu
dipaksa pergi ke London, Inggris. Ia menghindari kejaran tentara Nazi yang
sedang memburu para kaum Yahudi di Eropa ketika itu. Sigmun Freud meninggal
pada tanggal 23 September 1939 di London, Inggris.
·
Karya-karya
Sigmund Freud
1.
Interpretation
of Dreams
2.
Three
Essays on the Theory of Sexuality
3.
Jokes
and Their Relation to the Unconscious
4.
The
Psychopathology of Everyday Life
5.
On
Narcissism
6.
Introduction
Into Psychoanalyze
7.
Dan
masih banyak lagi
B.
Hakekat
manusia berdasarkan teori kepribadian menurut Sigmund Freud
Kepribadian adalah semua corak perilaku dan kebiasaan individu yang
terhimpun dalam diri dan digunakan untuk bereaksi serta menyesuaikan diri
terhadap segala rangsangan baik dari luar maupun dari dalam. Corak perilaku dan
kebiasaan ini merupakan kesatuan fungsional yang khas pada
seseorang.Perkembangan kepribadian tersebut bersifat dinamis,artinya selama
individu masih bertambah pengetahuannya dan mau belajar serta menambah
pengalamandan ketrampilan,mereka akan semakin matang dan mantap kepribadiannya.
Struktur kepribadian menurut Freud :
·
Id
(Das Es)
Id adalah sistem kepribadian yang asli,
dibawa sejak lahir. Id beroprasi berdasarkan prinsip kenikmatan dan menghindari
rasa sakit.Plesure principle diproses dengan dua cara :
a.Tindakan Reflek (Reflek Action)
b.Proses Primer (Primery Process)
·
Ego
( Das Ich )
Ego berkembang
dari id agar orang mampu menangani realita sehingga ego beroperasi mengikuti
prinsip realita.Ego adalah eksekutif atau pelaksanaan dari kepribadian,yang
memiiki 2 tugas utama, pertama, memilih stimuli mana yang hendak direspon dan
insting mana yang aka dipuaskan sesuai dengan prioritas
kebutuhan.Kedua,menentukan kapan dan bagaimana kebutuhan itu dipuaskan sesuai
dengan prioritas kebutuhan
·
Super
ego (Das Ueber Ich)
Superego adalah
kekuatan moral dan etik dari kepribadian,yang beroperasi memakai prinsip
idealistik (edialistic principle) sebagai lawan dari prinsip kepuasan id dan
prinsip realistik dari ego.Superego bersifat nonrasional dalam menuntut
kesempurnaan. Ada 3 fungsi Superego,yakni:
1.
Mendorong
ego menggantikan tujuan-tujuan realistik dengan tujuan moralistik
2.
Merintangi
impuls id terutama impuls seksual dan agresif yang dengan standar nilai
masyarakat
3.
Mengejar
Kesempurnaan
·
Contoh
kasus
Lina memiliki janji dengan Maya untuk pergi jalan-jalan ke mall
pada hari ini, akan tetapi ia belum menyelesaikan tugasnya yang harus
dikumpulkan besok.
Id akan mendesak untuk pergi ke mall terlebih dahulu dan
menyelesaikan tugasnya sepulang mereka dari mall.
Superego akan mendesak untuk mengerjakan tugas terlebih dahulu baru
pergi ke mall kemudian, namun apabila sudah terlalu malam, maka pergi ke
mallnya di tunda menjadi lain hari atau tidak pergi ke mall sama sekali.
Ego adalah pengambil keputusan diantara keduannya, yaitu id dan
superego. Setelah ia menimbang untung dan ruginya dari kedua pilihan yang ada,
ia lalu bertindak berdasarkan keputusan yang ia pilih.
Madzhab Psikoanalisis Freud
1.
Psikoanalisis
Freud menjadikan prinsip struktur psikis manusia: id (berisi energi
psikis yang hanya memikirkan kesenangan semata), ego(pengawas realitas),
superego(kaidah moral dan nilai-nilai sosial yang diserap individu dari
lingkungannya), prasadar, dan kesadaran untuk menjelaskan segala yang terjadi
pada manusia, antara lain mimpi. Menurut Freud, mimpi adalah bentuk penyaluran
dorongan yang tidak disadari.
2.
Behaviorisme
Aliran ini memandang manusia sebagai mesin(homo
mechanicus) yang dapat dikendalikan perilakunya melalui suatu
pelaziman(conditioning). Sikap yang diinginkan dilatih terus-menerus sehingga
menimbulkan maladaptivebehaviour atau perilaku menyimpang.
3.
Humanistis
Salah satu bagian dari humanistic adalah logoterapi. logotherapy (logos =
makna). Pandangan ini berprinsip:
·
Hidup
memiliki makna, bahkan dalam situasi yang paling menyedihkan sekalipun.
·
Tujuan
hidup kita yang utama adalah mencari makna dari kehidupan kita itu sendiri.
·
Kita
memiliki kebebasan untuk memaknai apa yang kita lakukan dan apa yang kita alami
bahkan dalam menghadapi kesengsaraan sekalipun.
4.
Gestalt
Psikologi gestalt adalah gerakan jerman yang secara langsung
menantang psikologi strukturalisme Wundt. Para gestaltis mewarisi tradisi
psikologi aksi dari Brentano, Stumpf dan akademi Wurzburg di jerman, yang
berupaya mengembangkan alternatif bagi model psikologi yang diajukan oleh model
ilmu pengetahuan alam reduksionistik dan analitik dari Wundt.
5.
Transpersonal
Secara etimologis, transpersonal berarti melampaui gambaran manusia
yang kelihatan. Dengan kata lain, transpersonal berarti melampaui macam-macam
topeng yang digunakan manusia.
Psikologi transpersonal lebih menitikberatkan pada aspek-aspek
spiritual atau transcendental diri manusia.
6.
Positif
Psikologi positif adalah cabang baru psikologi yang bertujuan
positif diringkas pada tahun 2000 oleh
MartinSeligman dan MihalyCsikszentmihalyi "Kami percaya bahwa
psikologi positif akan muncul fungsi manusia yang mencapai pemahaman ilmiah dan
efektif untuk membangun berkembang dalam individu, keluarga, dan masyarakat.”
7.
Lintas
Budaya
Psikologi lintas budaya adalah cabang psikologi yang (terutama)
menaruh perhatian pada pengujian berbagai kemungkinan batas-batas pengetahuan
dengan mempelajari orang-orang dari berbagai budaya yang berbeda.
·
Kelebihan
dan kekurangan Psikoanalisis
Kelebihan :
o
Freud
membuat jelas bahwa manusia sering berpikir dan berprilaku dengan dorongan yang
tidak mereka akui.
o
Freud
berani dan tanggap melakukan observasi yang membuahkan teori kepribadian
pertama dan teknik psikoterapi pertama yang efektif.
o
Freud
mengidentifikasikan pengaruh dini bentuk perkembangan kepribadian yang
berimplikasi pada perkembangan anak.
o
Freud
mengembangkan model wawancara sebagai konseling
Kekurangan :
o
Freud
menjelaskan bahwa perilaku seseorang hanya disebabkan oleh dorongan-dorongan
seksual.
o
Istilah
super ego, id, dan ego, alam sadar, alam bawah sadar, alam tidak sadar, tahap
oral, tahap alat sadistis, dan tahap falik, mimpi analisis, dan sebagainya
tidak punya definisis operasional : artinya mereka tidak dijabarkan dalam
operasi atau perilaku yang spesifik. Peneliti harus menyusun sendiri definisi
untuk sederetan istilah psikoanalisis.
o
Banyak
teori freud yang tidak bisa di reka ulang.
Kelompok 8
Adler dan Jung
A.
Biografi
Adler dan Jung
·
ALFRED ADLER (1870-1937)
Alfred Adler lahir di Mina pada tahun 1870 dari keluarga kelas
menengah, dan meninggal di Aberdeen, Skotlandia pada tahun 1937 pada waktu ia
mengadakan perjalanan keliling untuk memberikan ceramah. Alfred adalah seorang
dokter ahli penyakit dalam. Ia meraih gelar dokter pada tahun 1895 dari
Universitas Wina. Mula-mula ia mengambil spesialis di bidang ophthalmologi,
kemudian setelah menjalani praktek dokter umum, ia mnejadi seorang psikiater.
Ia menjadi anggota dan kemudia ketua masyarakat Psikoanalisis Wina. Akan tetapi
Adler segera memulai mengembangkan ide-idenya yang menyimpang dari ide-ide
Freud dan anggota-anggota lain di masyarakat Wina itu, dan ketika
perbedaan-perbedaan menjadi tajam, ia diminta menyajikan pandangan-pandanganya
di hadapan masyarakat itu. Ini terjadi pada tahun 1911 dan sebagai kritik dan
celaan seru terhadap pendirian Adler oleh anggota-anggota lain di masyarakat
itu, Adler mengundurkan diri dari jabatan ketua dan beberapa bulan kemudian ia
memutuskan hubungan dengan Psikoanalisis Freudian. Adler mempunyai 6 saudara
laki-laki dan perempuan. Pada awal masa kanak-kanak Adler tidak bahagia. Hal
itu ditandai dengan sakit, dan kesadaran terhadap kematian, ketidakbahagiaan,
dan kecemburuan dari kakak tertuanya. Dia menderita rakhitis yang membuatnya
tidak dapat berlaridan bermain dengan anak lain.
·
CARL
GUSTAF JUNG (1875-1961)
Ia dilahirkan pada tanggal 26 Juli 1875 di Kesswil dan meninggal
pada tanggal 6 Juni 1961 di Kusnacht, Swiss. Ia lulus dari fakultas kedokteran
Universitas Basle pada tahu 1900. Ia seorang anak laki-laki tunggal dari Paul
Jung, seorang pendeta desa dan ibunya bernama Emilie Preswerk Jung. Ia lahir di
tengah keluarga besar yang cukup pendidikan. Di antara anggota keluarga besar Jung
senior, ada yang jadi pendeta dan punya pikiran eksentrik. Carl Gustav Jung
remaja adalah seorang yang penyendiri, tertutup dan tidak peduli dengan masalah
seolah, apalagi dia tidak punya semangat bersaing. Kemudian dia dimasukkan ke
sekolah asrama di Basel, Swiss. Disini, dia merasa tertekan karena dicemburui
oleh teman-temannya. Lalu dia mulai sering bolos dan pulang ke rumah dengan
alasan sakit. Setelah ia lulus, ia bekerja di Burghoeltzli Mental Hospital di
Zurich di bawah bimbingan Eugene Bleuler, seorang pakar dan penemu
skizofrenia.Tahun 1903, dia menikahi Emma Rauschenbach. Dia mengajar di
University of Zurich, membuka praktik psikiatri dan menemukan beberapa istilah
yang masih dipakai sampai sekarang. Teori kompleks yang isinya mengenai sekeompok
pikis atau psikis emosional (feeling-toned) yang ditekan,merupakan hasil
penyelidikan eksperimental pertama yang dipimpinnya dalam kerjasama dengan
Franz Rikinan ilmuwan lainnya dengan judul “DIAGNOSTICHE ASSOZIATIONSSTUDIEN”.
Karya ini menjadikannya populer dan sebagai jembatan bertemunya dengan Sigmund
Freud tahun 1907.
B.
Karya-karya
Adler dan Jung
·
Karya
Adler
1.
Understanding
Human Nature (memahami sifat manusia) yang merupakan buku psikologi pertamanya,
2.
The
Individual Psychology of Alfred Adler (1956),
3.
What
Life Could Mean to You(1931).
·
Karya
Jung
1.
Diagnostische
Assoziationsstudien, karya ini menjadikannya populer dan sebagai jembatan
bertemunya dengan Sigmund Freud tahun 1907.
2.
Symbol
nd Wandlungen der libido membahas tentang simbol-simbol mitologis dan simbol-simbol
relegious.
C.
Manusia
dalam pandangan Adler dan Jung
Setiap manusia pada dasarnya mempunyai kelemahan organis berbeda
dari pada hewan, manusia tidak diperlengkapi dengan alat-alat tubuh untuk
melawan alam. Menurut Adler kelemahan-kelemahan organis itu mendorong manusia
untuk mengadakan kompensasi. Manusia mengembangkan akalnya sedemikian rupa
sehingga bisa mengkompensasi (menutupi) kelemahan organisnya. Menurut Jung,
masa lampau individu sebagai akualitas maupun masa depan individu sebagai potensialitas
sama-sama membimbing tingkah laku individu (orang). Pandangan Jung tentang
kepribadian adalah prospektif dan retrospektif. Prospektif dalam arti bahwa ia
melihat kepribadian itu ke masa depan ke arah garis perkembangan sang pribadi
di masa depan dan restrospektif dalam arti bahwa ia memperhatikan masa lampau
sang pribadi. Orang hidup dibimbing oleh tujuan maupun sebab. Jung menekankan
pada peranan tujuan dalam perkembangan manusia.
D.
Konsep
Adler dan Jung tentang kehidupan pskis individu
Pemikiran Alfred Adler tentang kehidupan psikis :
·
Psikologi
individual
Manusia pertama-tama dimotivasikan oleh dorongan-dorongan sosial.
Menurut Adler manusia pada dasarnya adalah makhluk sosial. Mereka menghubungkan
dirinya dengan orang lain, ikut dalam kegiatan-kegiatan kerja sama sosial,
menempatkan kesejahteraan sosial diatas kepentingan diri sendiri.
·
Perasaan-perasaan
inferioritas
Perasaan inferioritas yang umum dirasakan sebagai kekuatan
pemotivasi. Perasaan-perasaan inferioritas yang umum dirasakan sebagai kekuatan
yang berkelanjutan. Dalam arti bahwa proses ini menunjukan bahwa kekuatan
motivasi mampu membuat seseorang bekerja lebih giat agar sesuatu yang
diinginkan dapat tercapai.
·
Gaya
hidup
Seseorang berperilaku dengan cara yang berbeda dalam usahanya untuk
meraih hal tersebut, gaya hidup melibatkan perilaku-perilaku yang dengannya
kita menyeimbangkan inferioritas yang sesungguhnya ataupun imajinatif.
·
Kekuatan
Kreatif Diri
Kreatif diri adalah bahwa manusia memiliki kapasitas untuk
menentukan kepribadian sesuai dengan gaya hidup. Kemampuan dan pengalaman
tertentu pada diri manusia melalui hereditas dan lingkungan, tetapi cara
manusia menggunakannya secara aktif dan meninterpretassi pengalaman-pengalaman
ini memberi dasar bagi kepribadian, sikap terhadap lingkungan.
·
Urutan
kelahiran
Selain menggunakan energi untuk menanggapi superioritas, Aler juga
meyakini bahwa urutan kelahiran itu berpengaruh pada kepribadiannya.
Pemikiran Jung :
·
Psikologi
analitis : Teori kepribadian Jung
Sebeum Jung bertemu Freud, Jung telah mempunyai teori psikoanalisis
dan metode terapinya sendiri yang kemudian trkenal dengan nama psikoanalitik,
dan secara konsisten dikebangkannya selama ia bersatu dengan Freud (Jung 1913).
Kepribadian manusia dipandang sebagai prospektif, dalam arti bahwa Jung melihat
ke depan ke arah garis perkembangan sang pribadi di masa depan, dan
retrospektiff dalam arti dia mempertahankan masa lampau.
E.
Freud
dan Freudanism
Sigmun Freud adalah orang Jerman keturunan Yahudi, dilahirkan pada
tanggal 6 Mei 1856, dan pada masa bangkitnya Hitler, ia harus melarikan diri ke
Inggris dan meninggal di London pada tanggal 23 September 1939. Ia
menggambarkan jiwa sebagai sebuah gunung es. Bagian yang muncul di permukaan
air adalah bagian yang terkecil, yaitu puncak dari gunung es itu, yang dalam
hal kejiwaan adalah bagian kesadaran. Agak di bawah permukaan air adalah bagian
yang disebutnya pra-kesadaran. Isi dari prakesadaran ini adalah hal-hal yang
sewaktu-waktu dapat muncul ke kesadaran. Bagian yang terbesar dari gunung es itu
berada di bawah permukaan air sama sekali dan dalam hal jiwa merupakan alam
ketidakasadaran.
F.
Adler
dan Jung perbedaannya dengan Freud
Perbedaan Adler dengan Freud :
·
Menurut
Freud mereduksi motivasi tindakan manusia kepada seks dan agresi saja.
Sedangkan Menurut adler, manusia kebanyakan dimotivai oleh pengaruh-pengaruh
sosial dan perjuangan menuju keberhasilan/kesuksesan.
·
Menurut
Freud manusia memiliki sedikit bahkan tidak sama sekali pilihan dalam membuat
kepribadian mereka. Sementara menurut Adler manusia bertanggungjawab sepenunya
untuk menjadi siapa diri mereka.
·
Menurut
Feud perilaku saat ini dibentuk oleh pengalaman-pengalaman masa lalu.
Semntara menurut Adler perilaku saat ini
dibentuk oleh pandangan manusia mengenai masa depan.
Perbedaan Jung dengan Freud :
·
Freud
berorientasi kausalistis menekankan oeranan masa lalu. Sementara jung
menggabungkan kausalistis dengan telelogis(pengaruh masalalu dengan tujuan dan
aspirasi individu)
·
Freud
memandang dorongan yang menyebabkan tingkah laku lebih banyak dari dorongan
seks. Sementara menurut Jung, energi psikis bersifat lebih luas, tak terbatas
pada dorongan seks
·
Teknik
pendekatan Freud bersifat umum, mekanistis dan biologis, teori berlaku bagi
semua orang. Sementara Jung sudah memperhatikan adanya individual differences.
Kelompok 9
Psikologi Behaviorisme Watson
A.
Biografi
Watson
John
Broadus Watson atau lebih dikenal dengan panggilan watson beliau dilahirkan
dipeternakan dekat Green ville,South Carolina. Beliau dilahirkan oleh seorang
ibu yang sangat religius, akan tetapi Ayahnya sangat berbanding terbaik
denganya.
Ayah
Watson seringkali melakukan penyimpangan sosial baik minum minuman keras atau
melakukan kekerasan bahkan hubungan asmara di luar nikah. Hingga pada saat umur
Watson masih 13 tahun, Ayahnya meninggalkanya demi wanita lain.
Sebagai
remaja dan orang muda, Watson adalah sosok yang agak nakal. Dia menggambarkan
dirinya sebagai orang yang malas dan suka melawan dan tak pernah mencapai nilai
yang lebih baik dari sekedar syarat lulus minmal di sekolah. Pada usia 16
tahun,melalui program persekutuan Babtis, dia mendaftar ke Universitas Furman
di Greenvile. Dia belajar filsafat, matematika, bahasa Latin, dan Yunani. Dan
berharap agar dapat masuk ke Seminar Teologi Princeton setelah lulus dari
Furman.
B.
Karya-karya
Watson
1.
Behaviorism
(1925)
2.
Psychology,
from the standpoint of a behaviorist (1919)
3.
Behavior:An
Introduction to Comparation Psychology (1914)
4.
Psychology
Care of the Infant and Child (1928)
5.
The
Religion Called Behaviorisme (1927)
C.
Manusia
dalam pandangan Watson
Manusia
pada dasarnya makhluk yang netral, tidak berperilaku baik atau jelek. Dan yang
mempengaruhi perilaku baik buruknya adalah interaksi sosial dan lingkungan
tempat tinggal manusia itu sendiri.
Manusia
mampu berefleksi atas tingkah lakunya sendiri serta mengatur dan mengontrol
perilakunya sendiri dan dimana seiap
manusia mampu membentuk sendiri pola-pola tingkah lakunya yang baru melalui
belajar, dan dimana manusia dapat memberi pengaruh ataupun mempengaruhi
perilaku orang lain dan sebaliknya.
D.
Konsep
Watson tentang kehidupan psikis individu
Watson
berpendapat jika gangguan yanga ada didalam kehidupan dewasa disebabkan oleh
respon-respon terkondisi yang terbentuk di masa balita, kanak-kanak dan remaja.
Teori perubahan perilaku dalam kelompok behaviourisme memandang manusia sebagai
produk lingkungan. Maksudnya, segala perilaku manusia sebagian besar akibat
pengaruh lingkungan sekitarnya,dan lingkunganlah yang membentuk kepribadian
manusia.
Behaviourisme
tidak mempermasalahkan norma pada manusia. Apakah manusia tersebut tergolong baik atau tidak,
yang kemudian bagaimana respon manusia tersebut setelah mendapat stimulus dari luar.
Dengan
arti lain, behaviourisme hanya membicarakan perilaku manusia sebagian besar
akibat pengaruh lingkungan sekitarnya, dan lingkunganlah yang membentuk
kepribadian manusia. Ia melakukan percobaan terhadap seekor anjing yang
dilaparkan lalu meneteskan air liur ketika mendengar dering bel dan melihat
makanan.
E.
Madzhab
Behaviorisme Watson
Behaviorisme
adalah sebuah aliran dalam Psikologi yang didirikan oleh JB Watson. Aliran ini
menolak unsur-unsur kesadaran yang tidak nyata sebagai obyek studi dari
Psikologi.
1.
Psikologi
mempelajari stimulus dan respon (S-R) yaitu stimulus adalah semua obyek di
lingkungan, dan respon adalah apapun yang dilakukan sebagai jawaban terhadap
stimulus
2.
Tidak
mempercayai unsur herediter (keturunan) sebagai penentu perilaku. Karena,
perilaku manusia adalah hasil belajar dari lingkungan sekitar
3.
Perilaku
dapat dikontrol dan ada hukum yang mengaturnya
4.
Metode
penelitiannya menurut Watson adalah menggunakan metode empiris, yaitu
observasi, conditioning, testing, dan verbal reports
Kelompok 10
Skinner dan Albert Bendura
A.
Biografi
dan Teori Skinner
·
Biografi
Skinner
Burrhus frederic skinner 20 Maret 1904 di Susquehanna,
Pennsylvania. Ia merefleksikan tahun-tahun awal kehidupannya sebagai suatu masa
dalam lingkungan yang stabil, dimana belajar sangat dihargai dan disiplin
sangat kuat. Skinner mendapat gelar BA-nya dalam sastra Inggris pada tahun 1926
dari Presbyteriamfounded Humilton Collage, setelah diwisuda dia menekuni dunia
tulis menulis sebagai profesinya selama dua tahun.
Pada tahun 1928 dia melamar masuk program pascasarjana psikologi
Universitas Harcard. Pada tahun 1945 dia menjadi kepala departemen psikologi di
Universitas Indiana. Pada tanggal 18 Agustus 1980, Skinner meninggal dunia
karena penyakit leukimia.
·
Teori
Skinner
Teori belajar
Menurut B.F Skinner yaitu Operant Conditioning merupakan
suatu bentuk belajar yang mana kehadiran respon berulang-ulang dikendalikan
oleh konsekuensinya, dimana individu cenderung mengulang-ulang respon yang
diikuti oleh konsekuensi yang menyenangkan. Adanya hukuman dan hadiah yang
diberikan akan membuat individu lebih mudah untuk belajar
·
Konsep-konsep
Skinner
Skinner memiliki tiga asumsi dasar dalam membangun teorinya :
1. Behavior
is lawful (perilaku memiliki hukum tertentu)
2. Behavior
can be predicted (perilaku dapat diramalkan)
3. Behavior
can be controlled (perilaku dapat dikontrol)
·
Kelebihan
dan kekurangan teori Skinner
Kelebihan
Pada teori ini, pendidik diarahkan untuk menghargai setiap anak
didiknya.hal ini ditunjukkan dengan dihilangkannya sistem hukuman. Hal itu
didukung dengan adanya pembentukan lingkungan yang baik sehingga dimungkinkan
akan meminimalkan terjadinya kesalahan.
Kekurangan
Tanpa adanya sistem hukuman akan dimungkinkan akan dapat membuat
anak didik menjadi kurang mengerti tentang sebuah kedisiplinan. hal tersebuat
akan menyulitkan lancarnya kegiatan belajar-mengajar. Dengan melaksanakan
mastery learning, tugas guru akan menjadi semakin berat.
B.
Biografi
Albert Bendura
·
Biografi
Albert Bendura
Bandura dilahirkan di Mundare Northern Alberta Kanada, pada 04
Desember 1925.Masa kecil dan remajanya dihabiskan di desa kecil dan juga
mendapat pendidikan disana.Pada tahun 1949 beliau mendapat pendidikan di
University of British Columbia, dalam jurusan psikologi
Pada tahun 1964 Albert Bandura dilantik sebagai professor dan
seterusnya menerima anugerah American Psychological Association untuk
Distinguished scientific contribution pada tahub 1980.Albert Bandura sangat
terkenal dengan teori pembelajaran social, salah satu konsep dalam aliran
behaviorime yang menekankan pada komponen kognitif dari pemikiran, pemahaman,
dan evaluasi.
·
Teori
Albert Bendura
Teori pembelajaran sosial
Teori Pembelajaran Sosial merupakan perluasan dari teori belajar
perilaku yang tradisional (behavioristik).Teori pembelajaran social ini
dikembangkan oleh Albert Bandura (1986). Teori ini menerima sebagian besar dari
prinsip -prinsip, teori -teori belajar perilaku, tetapi memberikan lebih banyak
penekanan pada kesan dan isyarat -isyarat perubahan perilaku, dan pada proses
-proses mental internal
Seperti pendekatan teori pembelajaran terhadap kepribadian, teori
pembelajaran social berdasarkan pada penjelasan yang diutarakan oleh Bandura
bahwa sebagian besar daripada tingkah laku manusia adalah diperoleh dari dalam
diri, dan prinsip pembelajaran sudah cukup untuk menjelaskan bagaimana tingkah
laku berkembang
Teori peniruan (modeling)
Pada tahun 1941, dua orang ahli psikologi, yaitu Neil Miller dan
John Dollard dalam laporan hasil eksperimennya mengatakan bahwa peniruan (
imitation ) merupakan hasil proses pembelajaran yang ditiru dari orang lain
Dua puluh tahun berikutnya ,” Albert Bandura dan Richard Walters (
1959, 1963 ) telah melakukan eksperimen pada anak – anak yang juga berkenaan
dengan peniruan. Hasil eksperimen mereka mendapati, bahwa peniruan dapat
berlakuhanya melalui pengamatan terhadap perilaku model (orang yang ditiru)
meskipun pengamatan itu tidak dilakukan terus menerus. Proses belajar semacam
ini disebut "observationallearning" .
Unsur Utama dalam Peniruan (Proses Modeling/Permodelan) :
1.
Perhatian
('Attention')
2.
Mengingat
('Retention')
3.
Reproduksi
gerak (‘reprodiction’)
4.
Motivasi
Jenis – jenis Peniruan (modelling) :
1.
Peniruan
Langsung
2.
Peniruan
Tak Langsung
·
Kelebihan
dan kekurangan teori Albert Bendura
Kelebihan
Kelemahan yang terdapt dalam teori ini adalah pada saat proses
penerimaan informasi yang tidak melihat aspek positif dan negatifnya.
Jika manusia belajar atau membentuk tingkah lakunya dengan hanya
melalui peniruan (modeling ), sudah pasti terdapat sebagian individu yang
menggunakan teknik peniruan ini juga akan meniru tingkah laku yang negative,
termasuk perlakuan yang tidak diterima dalam masyarakat.
Kekurangan
Teori Albert Bandura lebih lengkap dibandingkan teori belajar
sebelumnya , karena itu menekankan bahwa lingkungan dan perilaku seseorang
dihubungkan melalui system kognitif orang tersebut. Bandura memandang tingkah
laku manusia bukan semata – mata reflex atas stimulus ( S-R bond), melainkan
juga akibat reaksi yang timbul akibat interaksi antara lingkungan dengan
kognitif manusia itu sendiri.
Kelompok 11
Psikologi humanistik Abraham Maslow
·
Profil
dan kehidupan Abraham Maslow
Nama lengkapnya adalah Abraham Harold Maslow yang dilahirkan pada 1
April 1908, di Manhattan Amerika Serikat. Ia merupakan anak tertua dari tujuh
bersaudara. Ia pernah mengungkap tentang perasaan jiwanya yang sangat neurotis
(extremely neurotic), pemalu, mudah risau, depresi, penyendiri dan suka
merenungi dirinya sendiri (self reflecting).
Akibatnya, Maslow mengisolasi diri di ruang perpustakaan karena
dimotivasi oleh dorongan psikologis orang tua yang kurang menaruh perhatian
kasih saying dengan dirinya, akibat besarnya jumlah anggota keluarga yang ada.
Sekalipun demikian, Maslow di sekolah sangat berprestasi, sehingga oleh ayahnya
dia di dorong agar melanjutkan studinya di sekolah hokum (law school) yang
kurang begitu diminatinya.
Karena itu pada semester dua, dia pindah studi pada Universitas
Wisconsin dan mengambil bidang psikologi. Di Universitas ini, dia mendalami
bidang psikologi eksperimental hingga meraih gelar Doktor. Dengan prestasi
keilmuan tersebut, Maslow memperoleh peluang kerja sebagai asisten peneliti
bidang psikologi sosial di Teacher College, Universitas Colombia, dari tahun
1934 sampai tahun 1937. Kemudian pada tahun 1937, Maslow pergi ke New York dan
ia menjadi professor psikologi di Universitas Brooklyn, hingga tahun 1951, ia
diundang Departemen Psikologi Universitas Brandeis untuk mendududki posisi
sebagai kepala pada Departemen tersebut selama 10 tahun.
·
Pengertian
teori humanistik
Dalam ilmu psikologi, teori humanistik dipandang sebagai alternatif
kekuatan ketiga dari kedua kekuatan teori yang sepanjang sejarah selalu menjadi
teori yang dominan yaitu psikoanalisis dan behavioristik. Teori ini dinamakan
humanistik karena memfokuskan diri secara khusus pada tingkah laku manusia.
Para ahli teori humanistik meyakini beberapa hal yaitu:
Manusia memang mempunyai dorongan bawaan untuk mengembangkan diri
Manusia mempunyai kebebasan untuk merancang dan mengembangkan
tingkah lakunya, dan bukan merupakan pion yang diatur sepenuhnya oleh
lingkungannya.
Manusia merupakan makhluk rasional yang sadar dan tidak dikuasai
oleh ketidaksadaran, kebutuhan irasional dan konflik.
·
Teori
humanistik Abraham Maslow
Teori Maslow berdasarkan pada anggapan bahwa setiap individu
memiliki dua hal di dalam dirinya:
ü Adanya usaha yang positif untuk berkembang
ü Adanya kekuatan untuk melawan atau memberi penolakan terhadap
perkembangan itu.
·
Teori
tambahan Maslow
ü Kebutuhan estetis
Kebutuhan ini tidak bersifat universal karena hanya sedikit orang
yang akan termotivasi dengan kebutuhan akan keindahan dan perlunya mengalami
peristiwa menyenangkan secara estetis. Orang yang mempunyai kebutuhan estetis
kuat biasanya menginginkan lingkungan sekelilingnya selalu indah, teratur dan
mereka bisa menjadi sakit karena kebutuhannya tidak terpenuhi.
ü Kebutuhan kognitif
Berupa keinginan sebagian besar orang untuk mengetahui, memecahkan
masalah, dan menyelidiki suatu hal. Menurut Maslow, satu pribadi yang sehat
seharusnya selalu ingin tahu lebih banyak , memiliki teori tentang sesuatu,
menguji hipotesis yang didapatkannya dan merasa puas hanya dengan mengetahui
bagaimana satu hal bekerja.
ü Kebutuhan neurotik
Menurut Maslow, kebutuhan ini bersifat non produktif karena hanya
berkisar pada gaya hidup tertentu yang tidak sehat dan tanpa nilai yang
dilakukan individu untuk mencapai aktualisasi diri.
Kelompok 12
Teori Humanistik Carl Rogers
·
Profil
Carl Rogers
Nama: Carl Ransom Rogers
Ttl : 8 Januari 1902, Oak
Park, Illinois, Amerika
Pendidikan : University ofWisconsin , Union Theological College of
Columbia , Teachers College of Columbia.
Rogers menyebut teorinya bersifat humanis dan menolak pesimisme
suram dan putus asa dalam psikoanalisis serta menentang teori behaviorisme yang
memandang manusia seperti robot. Teori humanisme Rogers lebih penuh harapan dan
optimis tentang manusia karena manusia mempunyai potensi-potensi yang sehat
untuk maju. Dasar teori ini sesuai dengan pengertian humanisme pada umumnya,
dimana humanisme adalah doktrin, sikap, dan cara hidup yang menempatkan
nilai-nilai manusia sebagai pusat dan menekankan pada kehormatan, harga diri,
dan kapasitas untuk merealisasikan diri untuk maksud tertentu.
·
Karya-karya
Carl Rogers
Rogers adalah seorang
penulis produktif yang karyanya relatif mudah dibaca, sehingga membuatnya lebih
“mudah” untuk dipahami, di antaranya; Client-Centered Therapy (1951), dua essai
menarik yaitu On Becoming a Person (1950) dan A Way of Being (1980). Sedangkan
pengantar untuk pemikiran-pemikiran dan teori-teorinya dapat ditemukan dalam
buku yang disunting oleh Kirschenbaum dan Handerson berjudul The Carl Rogers
Readers (1989)
·
Manusia
dalam pandangan Carl Rogers
Carl Rogers memandang bahwa manusia cenderung berkembang ke arah
positif, dengan kata lain mereka akan memenuhi potensi mereka kecuali kalau
mereka mengalami rintangan. Sehingga Rogers juga berpandangan bahwa semua orang
pada dasarnya adalah baik.
Menurut Rogers, orang yang sehat secara psikologis adalah mereka
yang memiliki konsep diri yang luas, yaitu mampu memahami dan menerima berbagai
perasaan dan pengalaman. Control diri yang berasal dari dalam diri seseorang
adalah lebih baik dari pada control yang dipakasakan dan berasal dari luar.
·
Teori
Humanistik menurut Carl Rogers
Carl Rogers adalah salah satu pencetus aliran psikologi humanistik.
Dalam pandangan Rogers, konsep diri merupakan hal terpenting dalam kepribadian,
dan konsep diri ini juga mencakup kesemua aspek pemikiran, perasaan, serta
keyakinan yang disadari oleh manusia dalam konsep dirinya
·
Ada
dua konsep diri menurut Carl Rogers
ü Incongruence
Ketidakcocokan antara diri yang dirasakan dalam pengalaman aktual
disertai pertentangan dan kekacauan batin. Seseorang dikatakan dalam keadaan
inkongruensi jika beberapa dari totalitas pengalaman mereka tidak bisa diterima
untuk mereka dan ditolak atau terdistorsi dalam citra diri
ü Congruence
Situasi di mana pengalaman diri diungkapkan dengan seksama dalam
sebuah konsep diri yang utuh, integral, dan sejati.
Rogers menggambarkan pribadi yang berfungsi sepenuhnya adalah
pribadi yang mengalami penghargaan positip tanpa syarat. Ini berarti dia
dihargai, dicintai karena nilai adanya diri sendiri sebagai person sehingga ia
tidak bersifat defensif namun cenderung untuk menerima diri dengan penuh
kepercayaan.
Kelompok 13
A.
Psikologi
Kognitif
Psikologi kognitif didefinisikan sebagai studi tentang kognisi;
proses-proses mental yang mendasari perilaku manusia. Ini meliputi berbagai
subdisiplin termasuk memori, belajar, persepsi, dan penyelesaian masalah.
Tokoh-tokohnya antara lain Gestalt, Meinong, Kohler, Max Wetheimer, dan Koffka.
Menurut mereka, manusia tidak memberikan respons secara otomatis kepada
stimulus yang dihadapkan kepadanya kerena manusia adalah makhluk aktif yang
dapat menafsirkan lingkungan dan bahkan dapat mendistrosinya (mengubahnya).
Tujuan psikologi kognitif adalah mengetahui bagaimana otak memanipulasi
data. Secara khusus, fokusnya terletak pada bagaimana memahami
struktur-struktur yang terlibat dalam
kognisi, seperti penyaringan, leksikon dan penyimpanan, dan proses yang bekerja
pada data kognitif termasuk pengodean, hambatan, dan lupa.
Timbul gerakan untuk kembali ke pandangan yang semula, yaitu ke
pandangan yang membicarakan kesadaran dan introspeksi sebagai metode
penelitian. Ada ahli yang kembali pada pandangan mengenai kesadaran sebagai hal
yang dibicarakan dalam psikologi dan introspeksi sebagai metode penelitiannya.
Dengan demikian maka yang semula manusia dipandang hanya sebagai mesin yang
ditentukan oleh stimulus luar kembali pada posisi semula, yaitu memanusiakan
manusia, manusia tidak hanya sebagai mesin.
Piaget membagi tingkat perkembangan mejadi 3 tahap yaitu tahap
sensori-motorik, tahap berpikir pra-operasional, tahap berpikir operasional
konkrit, dan tahap berpikir operasional formal.
Tiga prinsip utama pembelajaran yang dikemukakan Jean Piaget,
antara lain:
1.
Belajar
aktif
Untuk
membantu perkembangan kognitif anak, kepadanya perlu diciptakan suatu kondisi
belajar yang memungkinkan anak belajar sendiri, misalnya: melakukan percobaan
sendiri; memanipulasi simbol-simbol; mengajukan pertanyaan dan mencari
jawabannya sendiri; membandingkan penemuan sendiri dengan penemuan temannya.
2.
Belajar
lewat interaksi sosial
Menurut
Piaget belajar bersama baik dengan teman sebaya maupun orang yang lebih dewasa
akan membantu perkembangan kognitif mereka. Karena tanpa kebersamaan kognitif
akan berkembang dengan sifat egosentrisnya. Dan dengan kebersamaan khasanah
kognitif anak akan semakin beragam.
3.
Belajar
lewat pengalaman sendiri
Dengan
menggunakan pengalaman nyata maka perkembangan kognitif seseorang akan lebih
baik daripada hanya menggunakan bahasa untuk berkomunikasi. Berbahasa sangat
penting untuk berkomunikasi namun jika tidak diikuti oleh penerapan dan
pengalaman maka perkembangan kognitif seseorang akan cenderung mengarah ke
verbalisme.
Psikologi
kognitif juga mencangkup beberapa aspek pembahasan yang mencangkup materi
pembelajaran pada psikologi kognitif yaitu:
1.
Persepsi
Adalah
tindakan menyusun, mengenali, dan menafsirkan informasi sensoris guna
memberikan gambaran dan pemahaman tentang lingkungan. Persepsi bukanlah
penerimaan isyarat secara pasif, tetapi dibentuk oleh pembelajaran, ingatan,
harapan, dan perhatian. Persepsi bergantung pada fungsi kompleks sistem saraf,
tetapi tampak tidak ada karena terjadi di luar kesadaran.
2.
Belajar
dan ingatan
Ingatan
merupakan sebuah fungsi dari kognisi yang melibatkan otak dalam pengambilan
informasi. Belajar berkaitan erat dengan ingatan atau memori karena hasil
belajar harus disimpan dalam ingatan atau dalam proses belajar menggunakan
ingatan hasil belajar sebelumnya.
3.
Berfikir
dan penalaran
Berpikir
melibatkan manipulasi mental terhadap informasi dengan tujuan menalar,
memecahkan masalah, membuat keputusan dan penilaian atau hanya membayangkan.
Manusia
membuat suatu dugaan (hipotesa) berdasarkan kemampuan berpikirnya.
4.
Melalui
bahasa manusia memiliki konsep-konsep yang abstrak seperti moral, agama,
peradaban keindahan, penghianatan dan sebagainya.
Oleh karena itu perolehan bahasa maupun proses berbahasa dianggap
dapat memberikan pemahaman pada proses kognisi manusia.
B.
Psikologi
Traspersonal
Secara
Bahasa, transpersonal berasal dari dua kata yaitu Trans yang artinya pindah
dari suatu keadaan kekondisi yang lain dan kata persona yang berarti topeng;
yaitu berbentuk lahir dari kepribadian seseorang. Psikologi transpersonal
merupakan salah satu bidang psikologi yang mengintegrasikan konsep, teori dan
metode psikologi dengan kekayaan-kekayaan spiritual dari bermacam-macam budaya
dan agama. Aliran ini dikembangkan oleh tokoh dari psikologi humanistik antara
lain: Abraham Maslow, Antony Sutich, dan Charles Tart.
Menurut Jhon Davis Ph.d (dosen psikologi
transpersonal di Departemen Metropolitan State College Denver) ada 6 konsep
dasar psikologi transpersonal:
1.
Pengalaman
puncak
Ia
bermaksud meneliti pengalaman mistikal serta pengalaman-pengalaman lain pada
keadaan kesehatan psikologis yang optimal, tetapi ia merasa bahwa
konotasi-konotasi keagamaan dan spiritual akan terlalu membatasi.
2.
Transendensi
diri
Transendensi
diri merupakan keadaan yang disitu rasa tentang diri meluas melalui
defenisi-defenisi sehari-hari dan citra-citra diri kepribadian individual
bersangkutan. Transendensi diri mengacu langsung akan suatu koneksi, harmoni
atau kesatuan yang mendasar dengan orang lain dan dengan alam semesta.
3.
Kesehatan
optimal
Kesehatan
jiwa biasanya dilihat sebagai penanganan yang memadai dari tuntutan-tuntutan
lingkungan dan pemecahan konflik-konflik pribadi, namun pandangan psikologi
transpersonal juga memasukan kesadaran, pemhaman diri, dan pemenuhan diri.
4.
Kedaruratan
spiritual
Pada
umumnya, psikologi transpersonal berpendapat bahwa krisis-krisis psikologis
dapat menjadi bagian dari suatu kebangkitan yang sehat dan bahwa
kejadian-kejadian itu tidak selalu merupakan tanda-tanda psikopatologi.
5.
Spektrum
perkembangan
Pandangan
ini mengisyaratkan adanya tingkatan-tingkatan realitas dari tingkat material
melalui tingkat yang berturutan mencakup sifat-sifat dari tingkat-tingkat sebelumnya bersama-sama
sifat-sifat yang muncul.
6.
Meditasi
Meditasi
merupakan berbagai praktek untuk memusatkan atau menenangkan proses-proses mental
dan memupuk keadaan transpersonal. Interprestasi serta katarsis merupakan
metode kunci dalam psikoanalisa, maka meditasi adalah metode kunci bagi metode
psikologi transpersonal.
C.
Konsep
Psikologi Kognitif dan Transpersonal
Psikologi
Kognitif
Dalam
dunia psikologi, psikologi kognitif sangat diperlukan karena kognisi adalah
proses mental atau pikiran yang berperan penting dan mendasar bagi studi-studi
psikologi manusia.
Ada
dua konsep dasar psikologi kognitif, yaitu kognisi dan pendekatan kognitif:
1.
Kognisi
Dalam
istilah kognisi, maka psikologi kognitif dipandang sebagai cabang psikologi
yang mempelajari proses-proses mental atau aktivitas pikiran manusia, misalnya
proses-proses persepsi, ingatan, bahasa, penalaran dan pemecahan masalah.
2.
Pendekatan
Kognitif
Sebagai
suatu pendekatan maka psikologi kognitif dapat dipandang sebagai cara tertentu
di dalam mendekati berbagai fenomena psikologi manusia. Konsep ini menekankan
pada peran-peran persepsi, pengetahuan, ingatan, dan proses-proses berpikir
bagi perilaku manusia.
Psikologi
Transpersonal
Konsep
inti dalam Psikologi Transpersonal ialah nondualitas atau nonduality yang
bermakna bahwa tiap tiap bagian, misalnya tiap tiap manusia ialah bagian dari
keseluruhan alam semesta dimana segalanya dipandang sebagai satu kesatuan.
1.
Fokus
pada dimensi Spiritual
Pada
hal ini menganggap bahwa dalam dimensi tersebut ternyata mengandung berbagai
potensi dan kemampuan yang luar biasa yang kadang diabaikan. Hal ini
berhubungan dengan pengalaman subjektif atau yang dinilai secara pribadi
menurut pandangannya sendiri atau dari pengalaman luar bisa yang dialami oleh
seseorang.
2.
Mengarah
pada kesadaran manusia
Bidang
ilmu psikologi ini mencoba untuk menjajaki lebih dalam dan melakukan telaah
ilmiah pada dimensi yang selama ini dianggap sebagai sesuatu yang hanya
berhubungan dengan kebatinan, ruhaniawan, agamawan, mistikus, atau sesuatu yang
berhubungan dengan gaib.
3.
Pendekatan
pada perkembangan
Dimulai dari
tahap prapersonal yakni ketika manusia masih berada dalam kandungan sampai usia
3 sd 4 tahun. pada masa ini, kesadaran hanya mengenai tentang keinginan untuk
bertahan hidup, mendapatkan perlindungan, dan merasa terikat dengan orang lain
atau membutuhkan bantuan orang lain.
4. Proses Pencerahan
Memberikan
pengalaman atau hidup yang lebih cerah karena secara tidak langsung telah
membimbing seseorang untuk memiliki kepribadian atau akhlak yang lebih baik,
terapis akan menggunakan teknik teknik yang mempertajam intuisi dan memperdalam
kesadaran personal dan transpersonal tentang dirinya sendiri yang berhubungan
dengan spiritual.